Tugu Merpati Perdamaian Semakin Memprihatinkan Dikikis Abrasi

Penulis -

Senin, 5 Agustus 2019 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar – Tugu Merpati Perdamaian yang sempat dihantam gelombang pasang air laut pada Juli 2019 lalu kondisinya semakin memprihatinkan.

Berdasarkan pantauan, pada Senin (5/8), keadaan di lokasi tugu merpati semakin parah, sekitar lima tiang yang menghadap pantai sudah roboh dihantam ombak.

Selain itu, pohon yang berada di sekitar monumen yang awalnya berdiri kokoh juga roboh. Garis pembatas dari Dinas Pekerjaan Umum tampak terpasang di sepanjang lokasi yang terdampak abrasi. Selain itu, bagian bibir pantai terlihat semakin terkikis oleh ombak.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Masyarakat di sekitar lokasi Monumen Merpati Perdamaian, Hendri Uncu (32) menyebut, kerusakan terparah telah terjadi sejak sepekan belakangan. Sebelumnya, hal serupa juga pernah terjadi pada bulan Juli 2019 kemarin.

“Memang kondisi ombak sudah besar dan semakin besar ya. Tidak tahu juga kenapa ombak besar,” ujarnya.

Hingga kini, kata Hendri, kondisi ombak kian membesar dan memperparah kerusakan Monumen Merpati Perdamaian.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Kalau dari pengamatan nelayan-nelayan karena kondisi bulan masih besar jadi ombak akan besar terus. Kalau tidak ditangani lebih cepat bisa runtuh Monumen Merpati Perdamaian ini,” lanjutnya.

Dia mengatakan, sebelumnya persis di belakang kawasan monumen terdapat lima pedagang yang berjualan. Namun karena kondisi ombak yang kian membesar, para pedagang tersebut memilih untuk pindah lokasi berjualan.

“Kondisi seperti ini ya engga bisa (jualan). Ada lima pedagang yang berjualan persis berada di belakang monumen ini, dulunya,” sambungnya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Seperti diketahui, Monumen Merpati Perdamaian diresmikan Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 lalu. Peresmian tersebut beriringan dengan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo 2016 yang diikuti 15 negara.

Monumen itu melambangkan perdamaian tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh negara. Hal ini juga ditunjukkan dengan adanya origami burung merpati berwarna putih.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB