Tanjung Raya, Prokabar — Sekitar 5 ton ikan di 60 petak keramba jaring apung milik Candra (48) di Jorong Kukuban, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam mati diserang tubo belerang, Jumat (21/2). Kematian ikan tersebut dipicu angin kencang yang telah berlangsung beberapa hari ini.
“Ya musibah datang pada kami. Dan hal ini kami hanya bisa pasrah dan sabar, menghadapinya” ungkap Candra, saat dikonfirmasi Prokabar.com, usai menyisihkan ikan mati tersebut.
Kerugian materil mencapai Rp135 hingga Rp200 juta rupiah. Ikan yang ada di keramba selain jenis Nila, juga ada 5 petak ikan jenis Majalaya.
“Bencana alam ini dipicu angin kencang atau ‘angin darek’. Membuat air danau beriak kuat, menggoncang dan membuat karuh dasar danau. Akibatnya, tubo belerang naik ke permukaan dan membunuh hewan yang disekitarnya,” pungkasnya. (rud)
















