Trio Amrullah, Tokoh Intelektual Islam Ranah Minang, dari Sungai Batang

Penulis -

Kamis, 14 Maret 2019 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sungai Batang, Prokabar – Pernyataan mengejutkan dari seorang akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya, Unand, Dr. Pramono. Membuat ratusan warga Sungai Batang kagum. Nagari Sungai Batang ternyata sebuah negeri pelopor lahirnya tokoh intelektual islam terkemuka di Ranah Minang. 

Ulama tersebut dimulai dari Syekh Muhammad Amrullah, Haji Abdulkarim Amrullah (HAKA), kemudian Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka). Hebatnya lagi, HAKA menitipkan sebuah Rumah Baca dan Menulis atau lebih dikenal Kutubchanah, sebagai monumental maupun gudang sejarah perjuangan intelektual keulamaannya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Bahkan lebih hebat ketimbang nilai-nilai yang ada di Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang berada di Tapian Tanah Sirah, masih berdekatan dengan Kutubchanah. Pasalnya, di sana masih tersimpan utuh ratusan lembar manuskrip hasil karya tangan dari HAKA. Malangnya, naskah aksara jawi tersebut belum tergarap sebagai kebutuhan penelitian sejarah. Padahal, sangat banyak catatan penting menjadi rujukan baru tentang sejarah-sejarah perjuangan masa lalu.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Menurut Dr. Pramono, Trio Amrullah sangat berpengaruh dan leader diantara banyak ulama dimasa hidupnya. Tidak sedikit murid-murid yang belajar kepada ketiga ulama tersebut. Bahkan Nagari Sungai Batang pernah menjadi pusat pendidikan agama Islam di masing-masing Masjid yang pernah mereka tempati.

“Sangat kita sayangkan, sejarah besar Ulama Umat Muslim ini minim perhatian dari semua pihak,” ujar Dr. Pramono.

Buya Hamka lanjutnya, memang keturunan ulama hebat. Selain Syekh Muhammad Ambrullah dan HAKA, ada juga Syekh Guguk Gatur atau Syekh Abdul Alif dan Tuanku Nan Tuo atau nama lain Tuanku Pariaman. Kedua nenek Hamka ini, juga penyiar Islam terkemuka dan punya pengaruh hebat terhadap kelahiran Kaum Padri.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Pengembangan wisata reliqius dengan kembali melestarikan dan menggali sejarah Trio Amrullah, menjadi momentum Nagari Sungai Batang. Pemerintah Kabupaten Agam harus cerdas dan cepat melirik potensi tersebut,” pungkasnya. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB