TRC Semen Padang dan Basarnas Selamatkan 7 Korban Terperangkap Air Bah

Penulis -

Kamis, 30 September 2021 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Padang, Prokabar- Aksi Tim Reaksi Cepat (TRC) PT Semen Padang bersama tim Basarnas dalam mengevakuasi 7 orang korban yang tidak berani berenang saat debit air sungai meningkat di bendungan Tarantang, Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Rabu (29/9) sore, diapresiasi banyak pihak.

Sekretaris Kecamatan Lubuk Kilangan Arliswandi bersama Kasi Tata Pemerintahan Yandri yang turut menyaksikan evakuasi tersebut, mengucapkan terimakasih kepada TRC Semen Padang dan Basarnas yang telah menyelamatkan 7 orang korban yang rata-rata berusia 10-15 tahun.

“Alhamdulillah, saya mewakili pihak kecamatan berterimakasih kepada TRC Semen Padang dan Basarnas yang telah menyelamatkan semua korban. Saya salut, sekaligus bangga dengan kerja keras TRC Semen Padang dan Basarnas dalam menyelamatkan para korban,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Lurah Tarantang Seprizal. Mewakili keluarga masing-masing korban, ia pun juga mengucapkan terimakasih kepada TRC Semen Padang dan Basarnas. “Terimakasih TRC Semen Padang dan Basarnas, semoga kejadian ini tidak lagi terulang dan bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat Tarantang untuk tidak mandi-mandi di sungai saat hujan,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Ia menjelaskan, para korban ini terperangkap di pulau tersebut, karena sorenya mereka mandi-mandi di bendungan Tarantang. Saat itu hari hujan lebat. Saat mereka tengah asik mandi, tiba-tiba air bah datang dari hulu sungai, sehingga mereka menyelamatkan diri ke pulau kecil tersebut.

“Mengetahui kejadian itu, beberapa warga langsung menghubungi pihak TRC Semen Padang dan Basarnas. Evakuasi para korbana memakan waktu yang cukup lama. Sebab, hujan yang tidak kunjung reda membuat debit air sungai tidak kunjung surut. Para korban baru bisa dievakuasi pukul 10.00 malam,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang relawan TRC Semen Padang Febrian Ramadhan yang terlibat langsung dalam mengevakuasi para korban mengatakan, evakuasi para korban berlangsung selama 1 jam. Upaya evakuasi dilakukan melalui water rescue, yaitu dengan membentangkan tali di atas sungai. “Setelah tali dibentangkan, saya bersama Basarnas langsung segera mengevakuasi korban,” katanya.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurut pengakuan salah seorang korban, sebut Febrian, awalnya mereka mandi-mandi di bendungan tersebut sebanyak 8 orang dan semuanya ketika air bah datang, langsung menyelamatkan diri ke pulau kecil di dekat bendungan tersebut. Begitu mereka selamat, 1 dari 8 orang itu pergi menelusuri ujung timur pulau tersebut.

Dengan beraninya, dia pun melompat ke sungai lalu berenang menyusuri hilir sungai dengan selamat. Sedangkan 7 orang yang terjebak, tidak berani berbuat apapun selain minta tolong. “Jadi, 1 dari 8 korban inilah yang memberitahu warga kalau ada yang terjebak di pulau,” ujarnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Kepala Unit Humas & Keskeretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati mengatakan, relawan TRC Semen Padang dikirim untuk mengevakuasi korban, karena para relawan tersebut telah dibekali perusahaan berbagai pengetahuan tentang penyelamatan, seperti water rescue dan vertical rescue.

Kemudian bagi perusahaan, aksi TRC Semen Padang itu juga merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lingkungan. Sebab, mereka yang jadi korban itu merupakan masyarakat Tarantang yang sejatinya, adalah bagian dari masyarakat lingkungan perusahaan.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras relawan TRC Semen Padang yang berkalaborasi dengan Basarnas, para korban bisa dievakuasi dengan selamat,” kata Nur Anita.

Anita juga menyampaikan bahwa TRC Semen Padang dibentuk perusahaan, karena Padang dan Sumbar pada umumnya merupakan daerah rawan bencana. Dan tentunya, melalui TRC Semen Padang, perusahaan ingin berperan aktif disetiap kebencanaan. (rls/eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB