Agam, Prokabar – Program Berkelanjutan Pendampingan Tim Peneliti Universitas Andalas (Unand) Mitra Komunitas Pemuda Generasi Hamka (KPGH) terus berlanjut di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Mengambil sampel tanah dari empat jenis lahan pertanian, seperti lahan sawah, kebun campuran, semak belukar, dan hutan.
“Kami dari Tim Peneliti Unand dalam rangka usaha membantu mengembangkan usaha destinasi wisata dari KPGH. Selain wisata sejarah Buya HAMKA dan juga wisata alam Danau Maninjau, kita mengarahkan KPGH untuk melirik Agrowisata,” ungkap Yulnafatmawita bersama Zainal A. Haris, kepada Prokabar.com di Rumah Baca Buya Hamka, Sungai Batang, Minggu (10/10).
Guru Besar Dosen Fakultas Pertanian Unand itu, selain mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, pengunjung juga bisa menikmati alam pertanian penduduk nan indah mulai dari pinggir danau sampai ke arah bukit yang menjadi dinding Nagari Sungai Batang.
“Jadi dari pinggir danau sampai bukit, pengunjung akan menikmati keindahan alam dengan tanaman padi dan sawah, tanaman semusim seperti jagung, dan berakhir paling atas dengan kebun buah-buahan dari tanaman tua. Diharapkan dengan adanya Agrowisata ini, ekonomi masyarakat setempat bisa meningkat,” jelasnya.
Sebelum menentukan jenis tanaman yang akan diusahakan, maka harus dilakukan evaluasi kesesuaian lahan dari tanah dan iklimnya. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan jenis tanaman apa saja yang akan bisa memberikan pertumbuhan tanaman yang optimal. Maka pada kedatangan tim pengabdi Unand pada hari ini melakukan pengambilan sampel tanah.
“Sampel tanah diambil pada empat penggunaan lahan yang ada di Nagari Sungai Batang, yaitu lahan sawah, kebun campuran, semak belukar, dan hutan. Ke empat penggunaan lahan tersebut berada pada lokasi yang cukup curam dengan level slope umumnya dari 25 sampai >45 persen, kecuali sawah yang agak landai sekitar 8-15 persen,” jelasnya.
Di samping sampel tanah yang diambil, data iklim seperti data curah hujan dan suhu juga dikumpulkan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap tanaman tertentu. Hal ini sangat penting untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik dan produksi yang memuaskan serta menentukan tingkat keberlanjutan usaha tani tersebut. Kesuburan tanah yang bagus tanpa didukung oleh iklim yang cocok tidak akan memberikan hasil sesuai harapan.
Dengan adanya hasil analisis tanah dan evaluasi kesesuaian lahan terhadap tanaman tertentu nantinya, maka tanaman akan diusahakan sebagai tanaman yang akan dicari pengunjung. Rencana tanaman yang akan dikembangkan selain padi sawah yang sudah ada, juga direncanakan akan menanam Padi Beras Merah, Kacang Tanah (tanaman pangan), tanaman Strawberry, Markisa (tanaman hortikultura non-pohon), serta Durian, Mangga, Alpukat (tanaman hortikultura pohon).
“Di samping tanaman pangan dan buah-buahan, juga akan ditanam bunga yang akan menjadikan lahan agrowisata menjadi lebih asri,” tutupnya. (rud)
















