Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Daerah

Tokoh Muda Sumbar : Jika PE 5 persen, Tidak Perlu Gubernur !

Dibaca : 188

Jakarta, Prokabar – Tokoh muda Sumatera Barat, ikut memberikan sumbang pemikiran dalam FGD Jaringan Pemred Sumbar, di Jakarta (21/2). Bahkan dalam diskusi tersebut banyak kritikan membangun yang dilontarkan.

Salah satunya adalah Wadirut PT Garuda Indonesia Airways, Dony Oskaria yang mengkritik pertumbuhan ekonomi Sumbar yang hanya 5,2 persen.

“Pertumbuhan ekonomi Sumbar harus melompat tinggi, karena start Sumbar tinggal dengan daerah lain, jika ingin maju, maka pertumbuhan ekonomi hatus tinggi, harus 7 bahkan 8 persen,” ungkapnya.

Menurut Dony, tidak ada yang mustahil karena pertumbuhan ekonomi itu ada parameternya.

“PE itu ada hitungannya, tidak ada yang tidak mungkin, tergantung pimpinan daerah bagimana merencanakan dengan indikator yang ada, jika hanya stagnan di 5 persen, tidak usah saja ada gubenur, karena rutinitas perekonomian Sumbar akan berada di sekitar angka tersebut,” kritik Dony.

Series ketiga, Jumat malam, empat narasumber yang hadir sangat berkelas dalam pemikirannya, Dony Oskaria (Wadirut PT Garuda) Pengusaha Nasional Ricky Donals Dt Paduko Marajo, Walikota Padang Panjang Fadly Amran dan Komisioner KPI Pusat Yuliandre Darwis.

“Lalu kita sekarang bicara tentang investasi yang didorong masuk ke Sumbar, pertanyaan saya Sumbar sudah punya invesment map? Kalau belum apa yang akan dijual ?” lanjutnya.

Sementara Yuliandre Darwis menyentil soal output pendidikan berkarakter Sumbar yang belum nampak hasilnya.

“Ada lahir rissing start di Sumbar tapi bukan hasil dari sebuah roadmap pendidikan berkarakter. Terus terang saya dan Pak Fadly Amran banyak mendapatkan motivasi dari tokoh minang di luar Sumbar, seperti uda Dony dan uda Ricky. Dan ada anak muda jadi kepala daerah di Sumbar berani saya katakan bukan hasil investasi pendidikan karakter yang dibuat Pemerintahan Sumbar,”ujar Yuliandre Darwis.

Padahal kata Akademisi FISIP Unand ini yang kini dua periode menjadi Komisioner KPI Pusat, ending pendidikan karakter menjadi sosok egaliter yang mampu lepas dari tekanan apa saja.

Walikota Padang Panjang yang juga Ketua KNPI Sumbar Fadly Amran mengakui penyampaian Dony Oskaria dan Yuliandre Darwis.

“Gubernur Sumbar kedepan harus orang yang serba tahu tapi kuat dengan data.
Gubernur harus menjadi pemimpin berkarakter dan bisa mengayomi semuanya. Pemimpin dicari kedepan harus paham akan bagaimana mengelaborasikan aplikasi program,  baik dengan ASN maupun tokoh dan masyarakatnya,”ujar Fadly.

Dan yang pasti ketika dipilih masyarakat kata Fadly Amran harus berani mengambil kebijakan tidak populis.

“Sayang rasanya amanah rakyat ketika pemimpin itu hanya berani melaksanakan rutinitas dan bekerja karena niat populer dan pencitraan belaka,”ujar Fadly.

Bahkan Fadly Amran mengatakan pengalaman baru satu tahun lebih menjadi Walikota, kalau hanya untuk pencitraan maka Padang Panjang tidak ada perubahan signifikan.

“Walau sudah seperti itu tetap saja walikota menjadi sasaran bullyng, bagi saya lumrah itu bagian resiko sebagai pejabat publik. Jadikan bully sebagai kritikan pedan yang konstruktif,”ujar Fadly.

Bahkan menghadapi tahun Sumbar memilih pemimpin ini, JPS harus beberkan apa pun tentang calon pemimpin ideal.

“Media adalah pilihan membranding dan menyampaikan a-z tentang calon, supaya masyarakat pemilih tahu dan bisa tentukan pilihannya, tidak memilih karena dikasih uang,”ujar Fadly.

Sedangkan pengusaha nasional Ricky Donals Dt Paduko Marajo mengapresiasi atas konsennya JPS mencari sosok pemimpin Sumbar ke depan.

“Dan JPS juga menelurkan bulir pemikiran dalam bentuk point brief yang disampaikan nanti kepada siapa saja pemimpin Sumbar dipilih masyarakat. Proses rekruitmen kepala daerah tengah berlangsung, mau atau tidak mau toh media mampu membranding Pilkada  Sumbar bahwa maju Cagub itu empat calon, Fakhrizal, Mahyeldi, Mulyadi dan Nasrul Abit, sejauh ini media berhasil menanamkan chips calon di Pilkada ke pemilih Sunbar,”ujsr Ricky Donals Dt Paduko Marajo.

Pemimpin Sumbar kedepan kata Ricky Donals harus  tahu dulu masalah dan apa targetnya.

“Sehingga pemimpin terpilih sesuai mimpi masyatakat Sumbar yaitu pemimpin yang mau mendengar dan melihat serta mengerjakan tentang mimpi-mimpi masyarakat Sumbar selama ini,” tutup Ricky.(rls)

 


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top