Maninjau, Prokabar — TK Harapan Bancah sudah berumur 40 Tahun. Salah satu taman kanak-kanak yang populer dimasa lalu. Namun seiring waktu, sekolah ini mulai redup. Bahkan sempat mati suri dalam beberapa waktu. Disebabkan banyaknya masyarakat merantau dan mengadu nasip di kampung orang.
Setelah beberapa perkembangan dengan tenaga guru mulai hadir, pendidikan dini ini kembali bangkit. Para orang tua mulai menyengolahkan anak-anak mereka ke TK Harapan Bancah Kukuban ini.
G. Rajo Basa (60), Ninik Mamak sekaligus Tokoh Masyarakat setempat mengatakan sekolah tersebut lahir sekitar 1970-an. Dan primadona dahulunya. Alumni taman kanak-kanak tersebut sudah banyak sukses di perantauan.
“Kami berharap para orang tua terus menitipkan anak-anaknya ke sini. Kita harus terus mempertahankan Taman Kanak-kanak ini, sehingga membawa kemajuan juga pada sekolah ini,” ujarnya.
Ia kembali melanjutkan, khusus pada guru, tingkatkan terus kemampuan ajar mengajar. Kuasai terus metode didik. Mendidik dengan nilai-nilai Islam dan Budaya Minang.
“Makan dengan tangan harus terus dipelihara dan dijaga. Jangan sampai Makan menggunakan tangan kiri pada anak-anak,” nasihatnya.
Senada dengan Walinagari Maninjau, Alfian. Berharap kepada seluruh masyarakat Bancah dan Kukuban untuk setia dan selalu menyengolahkan anaknya di TK Harapan. Begitu juga sekolah dasar 09 Bancah yang berdekatan dengan TK.
“Mempertahankan sekolah ini, sama artinya mempertahankan potensi yang ada. Potensi peningkatan pendidikan dan perekonomian masyarakat. Semakin maju sekolah yang kita miliki, akan semakin maju pula pola hidup dan kesejahteraan kita,” lanjutnya.
Z. Katik Pamuncak salah serang tua murid yang tamat dari TK Harapan mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan guru. “Tanpa dukungan masyarakat, mustahil proses ajar mengajar di sekolah ini berjalan dengan baik,” terangnya.
Kita juga berharap lanjutnya, guru-guru yang ada adalah pendidik terbaik yang dimiliki saat ini. Meski demikian, kita tentu tidak begitu cepat puas dengan kondisi yang ada. Membangun Nagari diawali dari pendidikan generasi. Dan pendidikan dasar dimulai dari keluarga atau rumah tangga.
Sedangkan pendidikan paling utama adalah nilai-nilai Moral dan etika. Dan nilai-nilai tersebut didapat melalui pendidikan Agama Islam dan Adat Istiadat. Ketika ingin mewujudkan Nagari madani, maka tingkatkan terus pendidikan Islam dan Budaya etika sesuai ABS, SBK.
“Peningkatan untuk perubahan yang lebih, jelas kita butuhkan. Oleh sebab itu, penambahan ilmu melalui membaca atau pelatihan yang ada sangat penting dilakukan. Sehingga anak-anak didik semakin cepat menerima pelajaran,” pungkasnya. (rud)
















