Riau, Prokabar — Meskipun titik api (hotspot) di Riau terus memperlihatkan penurunan signifikan, langkah antisipasi tetap menjadi perhatian. Khususnya terhadap daerah yang tergolong rawan kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Riau.
“Untuk itu, langkah inventarisasi dan penanganan terus dilakukan secara simultan dan berkelanjutan. Untuk sementara, tercatat ada 8.968,25 hektare lahan telah hangus terbakar sepanjang 2019 ini,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger dilansir melalui keterangan tertulis, Minggu (6/10).
Ia menegaskan bahwa pihaknya terus menginventarisasi lahan terbakar di provinsi Riau sejak Januari hingga awal Oktober 2019. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi wilayah yang terluas mengalami Karhutla dengan luas mencapai 1.939,45 hektare. Lalu disusul Kabupaten Bengkalis dengan luasan lahan terbakar 1.907,34 hektare.
“Kita terus menginventarisiasi angka karhutla. Untuk yang terluas (Karhutla) di Wilayah Rohil. Untuk di Bengkalis terdapat pulau yang berlokasi di bibir Selat Malaka yang berbatasan langsung dengan negara tetangga itu mengalami kebakaran beberapa waktu lalu,” papar dia.
Tidak hanya Bengkalis, kebakaran turut melanda wilayah Indragiri Hulu (Inhu) dengan luas kebakaran mencapai 1.172,3 hektare. Selanjutnya Indragiri Hilir (Inhil) 1.071,85 hektare, Kabupaten Siak 867,87 hektare dan Kabupaten Pelalawan seluas 548,2 hektare.
Kemudian Kabupaten Kepulauan Meranti lahan terbakar 368,5 hektare, Kabupaten Kampar 352,03 hektare dan Kota Dumai 351,75 hektare. Untuk di Pekanbaru 280,11 hektare, Kuansing 20,1 hektare, dan Rokan Hulu 89,25 hektare. (*/hdp)
















