Pessel, Prokabar – Guna meningkatkan produksi, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengusulkan program cetak sawah baru pada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Kepala Dinas Pertanian, Nuzirwan mengatakan, untuk 2020, pemerintah daerah bakal mengusulkan cetak sawah baru seluas 216 Hektare.
“Otomatis luas tanam akan meningkat. Kita sifatnya cuma usulan. Nanti yang garap TNI,” ujarnya pada Prokabar.com.
Pemerintah kabupaten mencatat sepanjang 2019 luas tanam hanya 62 ribu hektare. Angka itu mengalami penurunan jika dibandingkan tahun sebelumnya yang 71 ribu hektare.
Penurunan luas tanam tersebut tak lepas dari kondisi jaringan irigasi banyak yang rusak. Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), irigasi berkondisi baik hanya 57 persen.
Akibatnya, berdampak negatif pada produksi gabah di kabupaten berjuluk ‘Negeri Sejuta Pesona itu.’
Badan Pusat Statistik mengungkapkan, pada 2017, produksi gabah kering panen (GKP) Pesisir Selatan tercatat sebesar 376.571 ton, dengan produktivitas 5,6 ton per hektare.
Kemudian turun menjadi 352.942 ton pada 2018.” Selain luas tanam yang turun, juga faktor serangan hama. Jadi, kita sudah dua tahun terserang hama,” tuturnya.
Cetak sawah baru, lanjutnya, bakal disebar di sejumlah kecamatan yang ada di daerah antara lain Kecamatan Lunang, Basa Ampek Tapan.
Ranah IV Hulu Tapan dan Air Pura. “Dalam waktu dekat tim SID akan datang. Kami optimis, ini akan meningkatkan produksi,” tutupnya.(min)
















