Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Tingkatkan Pelayanan, PT KAI Tertibkan Aset Sekitar Stasiun Lubuk Alung

Dibaca : 244

Lubuk Alung, Prokabar – PT Kereta Api Indonesia (KAI) lakukan penertiban aset di sekitaran area Stasiun Lubuk Alung, Rabu (5/8). Hal itu dilakukan demi peningkatan pelayanan kepada penumang KA, pasca dioperasikan kembali KA Sibinuang relasi Padang-Naras di masa pandemi Covid-19 mulai 1 Agustus 2020.

Kepala PT KAI Divisi Regional II Sumatera Barat, Insan Kesuma melalui Kepala Humas Divre II, M. Reza Fahlepi mengatakan peningkatan pelayanan itu berupa penambahan fasilitas hingga perbaikan bangunan di beberapa stasiun KA di wilayah Divre II Sumatera Barat.

“Stasiun Lubuk Alung merupakan salah satu stasiun pemberangkatan yang dilalui KA Sibinuang. Saat ini kondisi bangunan di stasiun tersebut sudah tua dan tidak pernah dilakukan renovasi, fasilitas pendukung yang terdapat di stasiun Lubuk Alung pun tidak lengkap dan tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) seperti tidak adanya musholla dan ruang ibu menyusui, ruang tunggu yang sempit dan kondisi bangunan yang terdesak dengan pasar sehingga akses keluar masuk calon penumpang terganggu dan terkesan kumuh,” kata Reza.

Selain itu juga, penumpang KA dari dan/atau tujuan ke Stasiun Lubuk Alung juga meningkat sehingga perlu dilakukan rencana pengembangan dan/atau renovasi secara keseluruhan terhadap bangunan stasiun tersebut yang berdampak terhadap bangunan-bangunan di sekitarnya untuk dilakukan penertiban aset.

Dia menyampaikan bahwa penertiban aset di Stasiun Lubuk Alung ini merupakan upaya PT KAI dalam meningkatkan pelayanan bagi calon penumpang KA serta merupakan dukungan pengimplementasian surat edaran Menteri BUMN Nomor : SE-09/MBU/2009 tanggal 25 Mei 2009 terkait Penertiban Terhadap Aset Tanah dan Bangunan Badan Usaha Milik Negara.

“Tujuan dilakukan penertiban atau pengosongan lahan terhadap 78 petak kios yang berada di sekitar Stasiun Lubuk Alung ini adalah untuk mendukung rencana pengembangan dan/atau renovasi bangunan Stasiun Lubuk Alung demi meningkatan pelayanan kepada penumpang kereta api di Stasiun Lubuk Alung,” ujarnya.

Sesuai Prosedur

Dia menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa upaya dalam penertiban lahan di wilayah stasiun Lubuk Alung sesuai dengan prosedur.

Hal itu dilakukan mulai awal Januari 2019 telah dilakukan upaya persuasif, yakni sosialisasi secara langsung atau tidak langsung berupa pemberitahuan kepada masyarakat atas pemakaian aset tanah PT. Kereta Api.

Kemudian pemberitahuan atau peringatan secara tertulis sebanyak tiga kali dan somasi kepada masyarakat atas pemakaian aset tanah PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang akan ditertibkan dengan tembusan surat kepada aparat wilayah terkait.

“Bulan Januari 2019 PT KAI telah mensosialisasikan kepada pemilik bangunan bahwa akan dilaksanakan penertiban lahan di wilayah tersebut. Hasil sosialisasi dengan pemilik bangunan, PT KAI Divre II mengabulkan permintaan Para Pemilik bangunan agar dapat memberikan tenggang waktu pengosongan bangunan setelah hari raya Idul Fitri 1440 H yakni bulan Juni 2019 bahkan PT KAI Divre II memberikan kebijakan hingga akhir Agustus 2019”.

Di akhir Agustus 2019 beberapa pemilik bangunan tidak mengindahkan permintaan PT KAI untuk dapat segera mengosongkan bangunan tersebut sehingga PT KAI Divre II pun door to door menyerahkan surat peringatan pertama (3/9), kedua (9/9) dan ketiga (16/9) (SP 1 , SP 2, SP 3) yang sudah diserahkan kepada pemilik bangunan dan masing-masing surat peringatan diberi waktu 5 (lima) hari kalender untuk melakukan pengosongan bangunan bahkan lebih.

Pada 20 November 2019 melakukan rapat koordinasi dengan Forkopimda Kabupaten Padang Pariaman dengan hasil rencana pengosongan lahan pada tanggal 28 November 2019. Dikarenakan kondisi kurang kondusif maka eksekusi penertiban lahan ditunda hingga Maret 2020. Pada tanggal 13 Maret 2020 dilakukan kembali rapat koordinasi lanjutan namun adanya larangan keramaian karena wabah Covid-19 maka segala kegiatan penertiban ditunda kembali. Selanjutnya pihak KAI memberikan somasi kepada penghuni bangunan (24/3) dan Somasi kedua pada tanggal 30 Juli 2020 kepada penghuni bangunan yang belum mengosongkan lahan/kiosnya.

“PT KAI Divre II telah melakukan SOP penertiban mulai dari pelaksanaan sosialisasi kepada pemilik bangunan hingga mengeluarkan surat peringatan ketiga (SP 3) selanjutnya kita akan tetap melakukan penertiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.(mbb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top