Padang Panjang, Prokabar- Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldi melaunching desa agro wisata sumatera barat, Selasa (13/9). Bertempat di desa wisata kubu gadang, Audy menyebut ada 50 desa agro wisata di sumatera barat yang dilauching dan tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Desa agro wisata dilatarbelakangi wilayah Sumatera Barat yang luas lahan pertanian. 57 persen tenaga kerja di Sumatera Barat juga tercatat bergerak disektor itu.
” hampir 25% PDRB ( produk domestik regional bruto) Sumatera Barat ada di Pertanian. Jadi kita layak mengintegrasikan tourism with agro,” kata Wagub dalam sambutannya.
Menyonsong tahun kunjungan wisata Visit to West Sumatera 2023, menurut audi perlu adanya inovasi dan kreatifitas. Terlebih, pasca pandemi covid 19, pariwisata Sumatera Barat telah mulai bangkit.
Berdasarkan data kunjungan Dinas Pariwisata Sumatera Barat, tahun ini tercatat sebanyak 3 juta orang, dan sebelum pandemi mencapai 8 juta orang.
” Desa wisata agro yang dilaunching, saya rasa ini baru pertama di Indonesia. Provinsi yang punya desa wisata agro,” ujar Audy disertai tepuk tangan peserra yang hadir.
Kedepannya kata audi, perlu adanya kerjasama dengan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah melainkan seperti akademisi, perbankan, swasta dan lembaga swadaya masyarakat serta media untuk mengembangkan desa desa wisata di Sumatera Barat.
” Alhamdulillah kita sudah menetapkan 50 wisata agro, dan 19 kota kabupaten ada perwakilannya. Ini salah satu upaya kita untuk mendatangkan lebih banyak lagi turis lokal,” ucap Wagub.
Diakhir sambutanya, Audi berharap dengan telah dibukanya jalur penerbangan international di Bandara International Minangkabau bisa mendokrak kunjungan pariwisata ke Sumatera Barat.
Dalam kesempatan itu, Wagub juga menyerahkan surat keputusan penetapan desa agro wisata kepada perwakilan masing masing daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat mengatakan jika dari 50 desa agro wisata yang dilaunching, nantinya akan diverikasi. Verifikasi bertujuan untuk mengetahui apakah desa agro wisata itu berkembang, maju atau sudah mandiri.
” nanti akan kita turunkan tim pendampingan pada bulan oktober nanti. Mudah mudahan dari yang 50 ini bisa kita kategorikan, mana yang berkembang, maju dan sudah mandiri,” tutup Luhir Budianda. (eym)
















