Padang, Prokabar – Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Pariwisata Kota Padang menggelar pelatihan bagi para pengelola desa wisata di Kota Padang.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas pengelola desa wisata dalam rangka mewujudkan desa wisata mendunia, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yudi Indra Syani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata menjadi salah satu fokus utama Pemko Padang dalam upaya percepatan pembangunan desa.
“Melalui pelatihan ini, saya ingin menekankan pentingnya manajemen tata kelola yang baik bagi desa wisata,” ujar Yudi.
Yudi berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kinerja para pengelola desa wisata di Kota Padang sehingga dapat membawa desa wisata ke level dunia.
Hal ini dapat dicapai dengan meningkatkan kualitas layanan, mengembangkan produk wisata yang kreatif dan inovatif, serta melakukan promosi dan pemasaran yang efektif.
Sebagai bentuk komitmen Pemko Padang dalam mendukung pengembangan desa wisata, tahun ini Pemko Padang akan mendorong desa wisata untuk mengikuti Anugerah Desa Wisata Indonesia 2025.
“Saya yakin dengan mengikuti ajang bergengsi ini, desa wisata di Kota Padang dapat menguatkan tata kelola dan meningkatkan daya saingnya sehingga siap menuju desa wisata mendunia, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ungkap Yudi.
Yudi juga menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh desa wisata di Kota Padang.
Pada Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024, 3 desa wisata Kota Padang berhasil menembus 500 besar, yaitu Desa Wisata Bukit Matoa, Desa Wisata Teluk Buo, dan Desa Wisata Cagar Budaya Batang Arau.
“Lebih membanggakan lagi, untuk pertama kalinya Desa Wisata Teluk Buo berhasil menembus 100 besar,” tambah Yudi.
Sementara itu, Plh Kabid Destinasi Dinas Pariwisata Kota Padang, Rina Melati, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan menggunakan dana DAK non fisik dari Kementerian Pariwisata.
“Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan kualitas pengelola desa wisata,” jelas Rina.
Pihaknya menargetkan tahun depan Desa Wisata di Kota Padang bisa melangkah lebih jauh, seperti mampu menembus 50 atau bahkan 5 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2025.
Pelatihan ini dilaksanakan mulai Senin (3/6) hingga Rabu (5/6) dan diikuti oleh 40 peserta dengan pemateri dari praktisi pegiat Pariwisata dan profesional. (*/rel)
















