Daerah

Tingkatkan Destinasi Di Kampung Hamka, Ini Terobosan Pemuda Sungai Batang

Agam, Prokabar – Setelah berjumpa dan ungkap harapan ke Camat Tanjung Raya, Pemuda Nagari Sungai Batang, khususnya di Jorong Batung Panjang melakukan beberapa aksi dan realisasi. Minimnya pengetahuan tentang ilmu managemen wisata, mendorong mereka melakukan tour edukasi ke sejumlah lokasi destinasi yang sudah dikelola dengan baik.

Tujuan pertama mereka adalah Konservasi Penyu Kota Pariaman. Di sana mereka akan berjumpa rekan-rekan komunitas pecinta alam, Tabuik Diving Club (TDC). Komunitas diving yang hobi sekaligus mitra pemerintah daerah, dalam merealisasikan monitoring terumbu karang, penyu bertelur hingga perawatan hutan mangrove (bakau). Jembatan Hutan Mangrove salah satu andalan wisata Pariaman saat ini.

“Kami sangat membutuhkan wawasan dan ilmu pengetahuan, untuk mengelola objek wisata yang profesional. Selama ini, kami belum menikmati destinasi wisata di kampung halaman kami ini. Padahal, Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka setiap saat, dikunjungi puluhan bahkan ratusan wisatawan Malaysia,” ungkap Fauzi Sutan Endah, salah seorang tokoh pemuda setempat kepada Prokabar.com.

Senada dengan Angku Imam Hendri. Mengaku sangat minim mendapat bimbingan dari pemerintah dan pemimpin sebelumnya. “Kami sangat miskin arahan dan bimbingan. Alhamdulillah, melalui Pak Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, sangat berbeda. Kami bahkan langsung difasilitasi melakukan perencanaan kedepan,” terangnya.

“Kami benar-benar mendapatkan orang tua atau pemimpin yang sangat peduli pada pemuda,” lanjutnya lagi.

Angku Imam menambahkan, akan mengoptimalkan kesempatan ini sebaik-baik mungkin. Sehingga wawasan dan ilmu pengetahuan semakin bertambah. 

Tahap awal penting mempelajari sejarah lengkap Buya Hamka beserta ayahnya Haka. Dalam hal ini, lagi-lagi kami difasilitasi Pak Camat dan jajarannya, untuk mengikuti pembelajaran, mendatangkan pemateri Dr. Pramono, M.Hum dari Fakuktas Ilmu Budaya Unand.

Pembelajaran menjadi pengelola destinasi wisata juga akan didapatkan melalui kunjungan ke sejumlah destinasi yang lebih dulu maju.

“Perkembangan pariwisata saat ini, tidak lagi modren dan seenaknya. Melainkan, berbasis kearifan lokal yang dikelola langsung masyarakat setempat. Dan contoh sudah banyak kita lihat. Termasuk objek wisata yang kita tuju kali ini,” terangnya.

Tujuan kunjungan kedua, mereka berencana ke Kawasan Wisata Adventure Lubuk Alung, Padang Pariaman. Di sana pemuda ini akan melihat dan belajar secara langsung pengelolaan Objek Wisata Lubuak Nyarai dan Arung Jeram. 

“Di sana kami akan bertemu dengan Pemuda Pelopor Transformer Pembalak Liar bernama Ritno Kurniawan. Berhasil mengubah mata pencarian masyarakat dari pembabat hutan menjadi pemandu pariwisata,” ungkap Fajri, salah satu pemuda Sungai Batang.

Selain melakukan study kooperatif, pemuda Sungai Batang itu juga akan mengikuti training motivation dan Loka Karya Tikam Jejak Buya Hamka.

“Khusus Loka Karya atau seminar, Pak Camat Tanjung Raya memberikan kami pembelajaran dari pemateri berkompeten. Beliau sangat antusian membimbing dan mencerdaskan kami. Jujur, kami sangat senang atas dukungan Pak Camat Handria Asmi,” tutur Fajri.

Meski demikian, perjalanan untuk mendobrak perubahan kemajuan ini masih panjang. Tekat kuat dengan kebersamaan adalah kunci keberhasilan. Berusaha saling merangkul dan menguatkan semangat. 

“Dan kami yakin dengan Ikhtiar kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kejayaan Islam di Sungai Batang melalui Wisata Reliqius Buya Hamka dapat terwujud,” pungkas Ketua Pemuda Muhammadiyah Sungai Batang tersebut. (rud)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top