Agam, Prokabar – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas kolaborasi dengan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian ke Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Minggu (31/10) lalu. Rombongan tersebut bekerjasama membantu kelompok masyarakat yang sedang berkembang memajukan potansi alam dan budaya yang sangat baik.
Yulnafatmawita, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas mengatakan, kegiatan telah dimulai sejak tahun lalu. Akibat pandemi covid-19, pembinaan dan pendampingan sempat tertunda.
“Kali ini kita berkesempatan kolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. 10 orang tenaga pendidik atau dosen bersama mahasiswa. Kita bersama-sama melakukan pelatihan pembuatan kompos dan pertisida nabati,” terangnya.
Sosialisasi dan praktek pembuatan kompos sebagai pupuk organik dan pestisida nabati dengan Kelompok Tani Sehati dan KPGH dari Jorong Batung Panjang Nagari Sungai Batang Maninjau. Pemakaian pupuk organik dan pestisida nabati untuk melakukan budidaya tanaman.
“Tujuannya, untuk mencapai pertanian berkelanjutan tanpa terjadinya pencemaran lingkungan tanah maupun air,” ungkap Dosen Pertanian Unand tersebut.
Ia melanjutkan, kompos atau pupuk organik dibuat dengan memanfaatkan limbah organik, seperti limbah pertanian, limbah domestik, limbah pasar, hasil siangan gulma, dan sebagainya. Limbah itu kemudian difermentasikan dengan pupuk kandang.
Bahan limbah dan pupuk kandang diaduk rata lalu ditambah air, jika bahannya sudah kering, sampai lembab. Bahan campuran tersebut selanjutnya diinkubasi secara anaerob dengan memasukkan bahan ke dalam karung plastik, diikat, dan inkubasi atau diperam selama 21 hari di tempat teduh.
Kompos sudah matang jika tekstur bahan tidak kelihatan lagi, warna sudah hitam, bau hilang, dan suhu bahan sudah turun sama dengan suhu lapang. Di samping menyediakan hara bagi pertumbuhan tanaman bersifat kimia tanah, penambahan pupuk organik ke dalam tanah juga mampu memperbaiki sifat fisika tanah.
“Diantara sifat fisika tanah yang diperbaiki, dapat membantu membentuk dan memantapkan aggregat tanah sehingga tidak mudah hancur kena energi kinetik curah hujan. Pupuk organik juga membantu meningkatkan retensi air pada tanah berpasir. Lahan pertanian yang diberi pupuk organik, seperti kompos, akan lebih sehat dibanding yang diberi pupuk sintetis atau buatan,” terangnya.
Tim Pengabdian Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas terdiri dari Gusmini, Gusnidar, Lusi Maira, Mimien Haryanti, Oktanis Emalinda, Hermansah, Junaidi, Zuldadan, Irwin, beserta tendik dan mahasiswa. Sedangkan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas terdiri dariYulnafatmawita, Refdinal, Armansyah dan Zainal A. Haris. (rud).
















