Tim PM Unand Bina Kelompok Tani Sehati di Sungai Batang

Penulis -

Selasa, 2 November 2021 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Agam, Prokabar – Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas kolaborasi dengan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian ke Jorong Batung Panjang, Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Minggu (31/10) lalu. Rombongan tersebut bekerjasama membantu kelompok masyarakat yang sedang berkembang memajukan potansi alam dan budaya yang sangat baik.

Yulnafatmawita, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas mengatakan, kegiatan telah dimulai sejak tahun lalu. Akibat pandemi covid-19, pembinaan dan pendampingan sempat tertunda.

“Kali ini kita berkesempatan kolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian. 10 orang tenaga pendidik atau dosen bersama mahasiswa. Kita bersama-sama melakukan pelatihan pembuatan kompos dan pertisida nabati,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Sosialisasi dan praktek pembuatan kompos sebagai pupuk organik dan pestisida nabati dengan Kelompok Tani Sehati dan KPGH dari Jorong Batung Panjang Nagari Sungai Batang Maninjau. Pemakaian pupuk organik dan pestisida nabati untuk melakukan budidaya tanaman.

“Tujuannya, untuk mencapai pertanian berkelanjutan tanpa terjadinya pencemaran lingkungan tanah maupun air,” ungkap Dosen Pertanian Unand tersebut.

Ia melanjutkan, kompos atau pupuk organik dibuat dengan memanfaatkan limbah organik, seperti limbah pertanian, limbah domestik, limbah pasar, hasil siangan gulma, dan sebagainya. Limbah itu kemudian difermentasikan dengan pupuk kandang.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Bahan limbah dan pupuk kandang diaduk rata lalu ditambah air, jika bahannya sudah kering, sampai lembab. Bahan campuran tersebut selanjutnya diinkubasi secara anaerob dengan memasukkan bahan ke dalam karung plastik, diikat, dan inkubasi atau diperam selama 21 hari di tempat teduh.

Kompos sudah matang jika tekstur bahan tidak kelihatan lagi, warna sudah hitam, bau hilang, dan suhu bahan sudah turun sama dengan suhu lapang. Di samping menyediakan hara bagi pertumbuhan tanaman bersifat kimia tanah, penambahan pupuk organik ke dalam tanah juga mampu memperbaiki sifat fisika tanah.

“Diantara sifat fisika tanah yang diperbaiki, dapat membantu membentuk dan memantapkan aggregat tanah sehingga tidak mudah hancur kena energi kinetik curah hujan. Pupuk organik juga membantu meningkatkan retensi air pada tanah berpasir. Lahan pertanian yang diberi pupuk organik, seperti kompos, akan lebih sehat dibanding yang diberi pupuk sintetis atau buatan,” terangnya.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Tim Pengabdian Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Andalas terdiri dari Gusmini, Gusnidar, Lusi Maira, Mimien Haryanti, Oktanis Emalinda, Hermansah, Junaidi, Zuldadan, Irwin, beserta tendik dan mahasiswa. Sedangkan Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas terdiri dariYulnafatmawita, Refdinal, Armansyah dan Zainal A. Haris. (rud).

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB