Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Tim Pesaing Berpacu Mematangkan Persiapan, Suporter Semen Padang FC Mulai Khawatir: Lamo Lai ko?

Dibaca : 836

Padang, Prokabar – Kick off Liga 2 2020 sudah dipastikan akan bergulir pertengahan Maret mendatang. Sejumlah tim kontestan terus giat mempersiapkan diri dan mematangkan persiapan. Walau begitu, ada juga tim yang belum memulai persiapan sama sekali, salah satunya adalah Semen Padang FC.

Tim legendaris Sumatra, PSMS Medan yang tergabung dalam Wilayah Barat adalah salah satu tim paling berambisi lolos ke Liga 1. mereka sudah mematangkan persiapannya. Mulai merekrut pemain, hingga turnamen pra-musim sudah dijalani tim Ayam Kinantan. Bahkan untuk menatap Liga 2 nanti, tim pelatih PSMS memasang target untuk sapu bersih meraih kemenangan pada setiap laga kandang.

Berdasarkan hitung-hitungan tim pelatih, jika mau aman lolos target pertama babak
delapan besar, tak boleh kalah main di Stadion Teladan. “Tim pelatih sudah hitungan-hitungan untuk Liga 2 ini harus sapu bersih di laga home. Kalau setiap laga kandang kita menang, sudah aman lolos ke babak delapan besar nanti,” ujar Asisten Pelatih PSMS, Isman Jasulmei di Kebun Bunga, Rabu (29/1).

Namun, Isman menyebut persaingan kompetisi musim ini cukup ketat. Di Wilayah Barat saja dihuni oleh tujuh tim dari Pulau Sumatera. Apalagi ditambah kontestan yang baru saja terdegradasi dari Liga 1 yakni Semen Padang dan Badak Lampung FC.

“Ya kita tahu Wilayah Barat cukup ketat juga persaingannya. Ada Semen Padang, ada
Badak Lampung. Makanya kami juga meminta doa dan dukungannya membawa tim ini mencapai target lolos ke Liga 1,” ungkap mantan pelatih Persikad Depok itu

Untuk rekrutmen pemain, PSMS juga terus melengkapi skuadnya. Terbaru, PSMS mendapatkan tandatangan Ananias Fingkreuw. Mantan pemain Semen Padang asal papua itu bakal mendapat tugas berat bersama PSMS Medan mengarungi kompetisi Liga 2 musim ini.

Ananias Fingkreuw

Pemain berposisi Striker ini diminta menjadi penyerang yang haus gol oleh Pelatih. Pemain asal Papua itu sengaja didatangkan untuk menambah daya gedor PSMS.

Namun, Tim Pelatih belum tentukan ia dijadikan sebagai pemain inti atau tidak pada kompetisi nanti. Mendapat harapan yang tinggi, Ananias menyebut siap dengan tantangan tersebut. Ia bertekad menunjukkan tajinya ketika diberikan kepercayaan oleh pelatih.

“Saya tahu pelatih butuh striker yang haus gol, saya akan latihan keras dan kasih
yang terbaik untuk tim ini. Mudah-mudahan setiap dimainkan, saya akan berusaha cetak
gol saja dulu,” ujarnya kepada Tribun Medan di Kebun Bunga, Kamis (30/1).

Ditanyai soal targetnya cetak gol berapa banyak untuk PSMS, Ananias belum
terpikirkan. Saat ini, ia masih fokus berlatih keras mendapatkan chemistry dengan pemain lainnya.

Apalagi, menginjakkan kaki di Medan merupakan kali pertamanya. Belum lagi adaptasi mengikuti gaya permainan ciri khas PSMS ala “rap-rap”. “Kalau untuk target cetak gol berapa musim ini belum terpikirkan. Karena kalau bisa setiap pertandingan bisa berikan yang terbaik saja dulu. Kita butuh kerja keras di lapangan. Cuma ya pasti saya juga mau cetak gol sebanyak-banyaknya,” bebernya.

Tak kalah berambisi Sriwijaya FC yang tak ingin gagal lolos lagi ke Liga 1. Karena itu, Pelatih Kepala Sriwijaya FC, Budiardjo Thalib menyampaikan, masih banyak tugas yang belum diselesaikan untuk mempersiapkan tim yang akan berkompetisi di Liga 2 Indonesia musim 2020 pada 13 Maret mendatang.

“Masih banyak pekerjaan rumah (PR), seperti pendekatan tim dengan antar pemain dan
sedikit sulit memadukan kekompakan tim, terutama dari semua lini. Antar lini komunikasi belum begitu bagus, tetapi kita akan memperbaiki kesalahan yang ada secara perlahan,” ujarnya.

Terkait kerangka starting eleven, Budi belum menentukan pemain yang akan mengisi
posisi inti di Sriwijaya FC. “Belum, masih diperlukan beberapa kali game internal
untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai kerangka tim,” kata dia.

Namun, kemungkinan untuk posisi kapten akan diisi oleh Ambrizal. Karena hanya
Ambrizal pemain senior yang masuk skuad inti. “Kemungkinan dia jadi salah satu
kandidat dari kandidat lainnya yang akan saya evaluasi,” tegas dia.

Ambrizal mengatakan, selama mengikuti latihan bersama Budiardjo, selalu menghargai keputusan yang ditetapkan. Selain karena tegas, pelatih yang akrab disapa Budi Jo ini memiliki loyalitas yang tinggi.

“Kalau dipilih kembali itu tanggung jawab besar, kalau tidak, pemain muda artinya
memiliki kesempatan dan harus benar-benar harus dibuktikan. Hal yang paling penting
itu menghargai apapun keputusan yang ditetapkan coach,” kata pemain senior berpengalaman asal Riau itu.

Lanjut–> 2


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top