Padang Panjang, Prokabar – Tim Pengabdian Universitas Andalas menggandeng Pelaku UMKM Kulit Ladika di Kota Padang Panjang beberapa waktu lalu.
Melalui Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang Panjang melaksanakan workshop pengolahan kulit menjadi cenderamata.
Ketua Tim Pengabdian Universitas Andalas Dr. Susiana bersama anggotanya Bahren, serta Bintang Rizky mengajak Eri selaku pemilik usaha kerajinan kulit Ladika menjadi instruktur. Worshop ini melibatkan sepuluh orang pemuda yang berada di Kelurahan Silaing Atas.
“Workshop dimulai dengan pengarahan dari ketua tim pengabdian mengenai tujuan kegiatan, berkaitan dengan adanya sebuah invasi dari pengrajin kulit Ladika yang selama ini hanya bergerak pada usaha pembuatan sepatu dan sandal. Namun seiring dengan terjadinya pandemi, menyebabkan minat masyarakat terhadap sepatu dan sandal kulit jauh merosot,” ungkap Dr. Susiana.
Untuk menyiasati hal tersebut lanjutnya, perlu gebrakan dan inovasi lain dari para pengrajin kulit agar bisa bertahan. “Salah satu usaha yang dilakukan pada workshop ini cukup menarik minat generasi di sekitar Ladika. Untuk menghasilkan produk inovasi yang harganya lebih terjangkau dan diminati oleh banyak orang,” tuturnya.
Kerajinan yang dibuat ketika workshop ini berupa sarung morek gas, gantungan kartu identitas dan dompet. Terlihat setiap peserta sangat antusias dengan kegiatan ini. Para peserta awal diarahkan untuk membuat sarung korek api gas yang sederhana.
Eri, selaku instruktur mengatakan, melalui kerjasama ini besar keinginan beliau bisa menjadi jalan bagi UMKM Kulit di Padang Panjang, menjadi lebih dikenal dan mandiri.
“Kami sangat bercita-cita mewujudkan kegiatan berupa workshop ini dikelola secara mandiri oleh pemuda Silaing Atas. Dan ada sebuah galery yang cukup memadai untuk menjadi tempat display atau pajangan hasil karya cenderamata yang telah mereka buat untuk dipasarkan,” terang Eri.
Dr. Susiana, berpesan kepada peserta agar yang telah dilakukan bisa menjadi pendorong buat tim untuk berbuat lebih banyak lagi pada kemajuan UMKM di Kota Padang Panjang. “Kedepan kita akan mencoba mendatangkan pembicara lain dalam hal perencanaan dan perancangan produk yang lebih maksimal dengan pemanfaatan teknologi dan komputerisasi” ujarnya.
Ia juga berharap mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa membuat kegiatan berupa workshop perancangan gambar produk menggunakan sistem dan program komputer agar hasil dan pemanfaatan kulit sebagai bahan baku lebih efektif dan efisien.
“Kami juga berharapan besar para peserta menjadikan Kelurahan Silaiang Atas betul-betul menjadi sentra kerajinan kulit di Sumatera Barat, khususnya di Padang Panjang. Hal ini juga didukung dengan adanya UPT Pengolahan dan Penyamakan Kulit milik Pemerintah Kota Padang Panjang,” tutupnya. (rud)
















