Daerah

Tim Gabungan Tangkap Pelaku Perdagangan Satwa Kukang Di Agam

Dibaca : 427

Agam, Prokabar – Tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Bersama Satreskrim Polres Agam menangkap pelaku perdagangan satwa dilindungi di Pasar Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Rabu (24/3)

Pelaku berinisial HJ (45) warga Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, ditangkap petugas sekirar pukul 15.30 WIB. Diamankan ketika membawa dan akan memperniagakan satwa langka dan dilindungi jenis Kukang (Nycticebus coucang) sebanyak dua ekor.

“Awalnya satwa yang terancam punah itu dibawa dari Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman menuju ke Kabupaten Agam untuk dijual kepada pembelinya. Namun tindakan itu berhasil digagalkan oleh tim gabungan yang mendapatkan informasi dari masyarakat,” ungkap Kepala Resor BKSDA Agam, Ade Putra bersama jajaran Satreskrim Polres Agam, Jumat pagi (26/3).

Prilaku kriminal HJ sendiri sudah dipantau sejak tahun 2020 lalu. Karena telah dicurigai terlibat dalam perdagangan satwa dilindungi antar provinsi dengan modus menggunakan angkutan sewa travel yang digunakannya.

“Bersama pelaku turut diamankan dua ekor Kukang yang disimpan dalam dua buah kotak kecil bekas bola lampu sepeda motor dan perangkat handphone yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya,” jelasnya.

Ia menambahkan kondisi satwa kukang sendiri ketika dilakukan penangkapan sangat memprihatinkan, pelaku menempatkan dan meletakannya di dalam dua buah kotak bekas tempat bola lampu yang kecil dan sempit. Sehingga membuat kukang terlihat stres karena susah untuk bergerak ketika kotak itu dibuka yang disaksikan oleh Perangkat Nagari Bawan dan puluhan warga yang menyaksikan penangkapan tersebut.

“Pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di rumah tahanan Polres Agam. Dengan sangkaan melanggar pasal 21 ayat 2 huruf a undang-undang nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Sanksi pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah,” tutur Ade.

Kukang atau dengan nama latin Nycticebus coucang adalah jenis primata yang dilindungi peraturan perundangan di Indonesia. Sedangkan di Internasional status konservasinya terancam punah (endangered) dan masuk dalam klasifikasi Appendix I yang artinya tidak boleh dimanfaatkan untuk perdagangan.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top