Agam, Prokabar – Usai penetapan Desa Wisata Sungai Batang oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, Tim Destinasi Kemenparekraf itu langsung menindalanjuti aksi selanjutnya.
Koordinator Destinasi Area 1 (Aceh, Sumut, Sumbar dan Bengkulu), Ali Nurman didampingi rekan kerja Sub Koordinator Area 1B (Sumatera Barat dan Bengkulu) Dimas Galih, menemui langsung Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Sungai Batang, akhir pekan lalu.
“Kami ingin bertemu langsung dan melihat secara mendalam, sejauh mana Desa Wisata Sungai Batang dalam mengembangkan potensinya. Apa saja yang dibutuhkan dan apa tujuan atau sasaran utama dari kelompok ini,” ungkap Koordinator Destinasi Area 1, Ali Nurman.
Selain melihat langsung Kantor Pokdarwis Sungai Batang sekaligus berdiskusi langsung dengan pengurus dan anggotanya, juga menggali lebih dalam apa yang telah dilakukan, rencana aksi dan eksekusi program jangka pendek dan menengah.
“Kami ingin tau apa yang dibutuhkan dalam skala prioritas dan dilanjutkan dengan pemanfaatan potensi. Dan memang paling utama adalah peningkatan sumber daya manusianya harus terlebih dahulu. Selanjutnya, baru penambahan sejumlah sarana yang bisa kita lakukan,” ujarnya.
Namun paling harus diketahui bersama lanjutnya, kondisi keuangan negara kita dilanda pandemi Covid-19, recofusing masih terjadi. “Untuk itu, kami tidak bisa berjanji dan memastikan. Kami hanya bisa berusaha semaksimal daya dan upaya yang kami miliki. Bahkan akan menjalin komunikasi sejumlah pihak dan tim sesama di Kemenparekraf lainnya,” tuturnya.
Walinagari Sungai Batang, Rustian R, menyambut baik kunjungan Tim Destinasi Kemenparekraf RI tersebut.
“Kami sangat senang dan bahagia atas kehadiran Bapak Menteri, bahkan dilanjutkan kehadiran bapak-bapak. Terutama menindalanjuti Sungai Batang terpilih sebagai salah satu dari 50 Desa Wisata Nasional,” ungkap Walinagari Sungai Batang.
Rustian juga mengatakan, akan berusaha dan mengupayakan semaksimal kemampuan kita punya, untuk mendukung Masyarakat Sungai Batang memiliki daya saing berkemajuan di bidang Wisata Reliqius, Sejarah dan Budaya ini.
“Semoga peluang ini semakin mendorong kemajuan keagamaan, seni dan budaya masyarakat. Karena daya tarik potensi wisata budaya dan religius itu bergantung pada tingkat penanaman nilai-nilai religi dan budaya pemiliknya sendiri,” ulasnya.
Hal itu dengan sendirinya membuka peluang ekonomi yang cukup menjanjikan, jika penanaman nilai-nilai religius dan budaya berkembang, akan memperkuat daya tarik wisatawan mancanegara dan domestik untuk datang ke Sungai Batang.
“Ketika kesejahteraan merata didapat, tanpa mengurangi nilai-nilai keagamaan dan budaya. Bahkan memperkuat tatanan nilai sosial budaya lokal, maka kesinambungan peran Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Pemuda-pemudi dan Pemerintah akan berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam hal ini, kita akan menyusun strategi pembuatan regulasi berupa Peraturan Nagari. Ini akan memperkuat aturan bermasyarakat dan pariwisata yang akan dikembangkan nantinya,” Tutupnya. (rud)
















