Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Tiga Kasus Konflik Satwa Liar Dengan Manusia Selama November 2020 Di Agam

Dibaca : 116

Agam, Prokabar — Kasus konflik satwa liar dengan manusia semakin meningkat di Kabupaten Agam selama November 2020 ini. Setidaknya terdapat tiga kasus menonjol beberapa waktu ini.

Kasus pertama terjadi pada Senin (16/11), terkait penanganan konflik satwa liar jenis Beruang Madu, di Kelok 42, Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matur Mudiak, Kecamatan Matur.
“Satwa beruang madu dilaporkan terlihat muncul beberapa kali disekitar kebun Durian milik warga setempat. Setelah pada bulan sebelumnya muncul dan terekam video warga di sekitar lokasi Kelok 35,” ungkap Ade Putra, Kepala BKSDA Resor Agam kepada Prokabar.com, Minggu (22/11).

Kejadian kedua pada Selasa (17/11), terkait penanganan konflik satwa liar jenis Macan Dahan, di Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan. “Dilaporkan 3 ekor ternak Kambing milik warga setempat mati akibat interaksi negatif dengan satwa Macan Dahan,” terangnya.

Sementara itu, kejadian ketiga berlangsung konflik satwa liar jenis Buaya Muara (crocodylus porosus) di Sungai Batang Alahan Anggang, Jorong Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.
“Interaksi negatif satwa Buaya Muara dan manusia menyebabkan satu orang korban warga setempat, terluka pada bagian kaki kiri ketika sedang mencari ikan,” imbuhnya.

Saat ini upaya penanganan sedang dilakukan oleh BKSDA melalui Resor Konservasi Wilayah II Agam bersama-sama dengan aparat pemerintah setempat, TNI-Polri dan masyarakat sekitar lokasi kejadian.

“Kami dari BKSDA Resor Konservasi Wilayah II Agam, menghimbau kepada warga dan masyarakat untuk selalu berhati-hati. Serta waspada ketika beraktivitas, dan sejauh mungkin menghindari adanya aktivitas di sungai dan di kebun pada malam hari. Selain itu diminta kepada warga untuk melakukan pengamanan terhadap ternaknya dengan cara mengkandangkannya,” pungkasnya. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top