Cimahi, prokabar – Tiga pemain asal Sumbar, Mardiono, Usman Diarra, dan Aldi Dahlan, saat ini sedang mengadu nasib di klub Liga 2, PSKC Cimahi. Ketiga anak Minang itu, bersabar menunggu kompetisi Liga 2 digulir, walau dalam ketidakpastian.
PSKC Cimahi tetap menggelar latihan ditengah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di pulau Jawa dan Bali.
Klub promosi Liga 3 2019 ke Liga 2 2020 berlatih di markas tim Stadion Sangkuriang, Cimahi. Pelatih kepala Robby Darwis tidak meliburkan tim namun menjalani latihan 1 kali sehari. Hanya saja, program persiapan tim berjulukan Laskar Sangkuriang dilakukan tertutup
Mardiono, pemain PSKC Cimahi membenarkan hal ini kepada bolabeten.com via pesan WhatsApp (WA) pribadinya, pada akhir pekan lalu.
Pemain asal Sijunjung, Sumatera Barat ini mengaku manajemen tim dan jajaran pelatih belum meliburkan tim. Dirinya dan rekan-rekan masih menjalani latihan meski hanya satu kali sehari.
“Libur belum ada. Kami tetap latihan tapi cuma satu kali sehari. Latihannya tertutup,” ucapnya.

Jebolan PPLP Sumbar 2011 yang kerap melalang nusantara dalam melakoni karir sepakbola profesionalnya, mengatakan dia bersabar tunggu kepastian bergulirnya Liga 2 2021/2022.
Nono, sapaan singkat pemain kelahiran 4 Maret 1993 bersama pemain asal Sumbar lainnya, M. Aldi Dahlan, Usman Diarra, setia menantikan kick-off kompetisi yang kembali tertunda akibat wabah Covid-19.
“Situasi sulit sama dengan musim lalu. Kami yang mencari penghidupan di sepakbola hanya bisa menentramkan hati. Berharap kompetisi kembali berjalan,” tukas penyerang sayap yang pernah membela Semen Padang FC, PSP Padang, Persikad Depok, PSS Sleman, Persebaya Surabaya, Persiba Balikpapan dan sekarang PSKC Cimahi.(*)
















