Tidak menghasilkan, Perumda Rumah Kemasan “Diteropong”

Penulis -

Senin, 29 November 2021 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tanah Datar, Prokabar- Rumah kemasan di Jalan Dt. Bandaro Kuniang Jorong Kubu Rajo Nagari Limo Kaum menjadi sorotan Wakil Bupati Tanah Datar. Bagaimana tidak, rumah kemasan tersebut bisa dikatakan tidak beroperasi, sedangkan kondisi mesin terkategori layak dan dalak kondisi baik.

” Ini harus menjadi catatan oleh Direktur Perumda agar Rumah Kemasan ini bisa menghasilkan,” ungkap Wabup Richi Aprian, saat meninjau temapt tersebut beberapa waktu lalu.

Richi melanjutkan, sebenarnya Rumah Kemasan tersebu memiliki potensi yang sangat besar untuk memproduksi kemasan produk yang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM. Namun pihakmya tidak tahu masalahnya ada dimana, sehingga para pelaku UMKM malah membeli kemasan untuk produknya di Jawa.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

” Sebenarnya kalau mereka pesan ke Jawa tentu yang ditanya berapa banyak pesanannya, karena ini kaitannya dengan harga dan ongkos kirim,” lanjutnya.

Alat dan mesin yang ada di rumah kemasan mampu mencetak hampir semua bidang cetakan.Namun, yang menjadi pertanyaannya kenapa saat ini tidak menghasilkan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Menurutnya, rumah kemasan harus mampu bekerjasama dengan pihak swasta yang bergerak dibidang percetakan, dengan harapan UMKM yang ada di Tanah Datar bisa lebih terbantu dengan harga yang lebih murah dan kualitas produk yang tidak kalah.

“Harapan kita dengan adanya kerjasama nanti ada yang harus diperbaiki, sehingga Rumah Kemasan ini bisa menghidupi dirinya sendiri dan memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat. Karena tujuan dibentuknya Perumda salah satunya untuk mencari keuntungan, dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tambah Wabup Richi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Sementara Direktur Perumda Tuah Sepakat Arismen, mengatakan rumah kemasan diserahkan pengelolaannya ke Perumda tidak lama berselang pandemi covid 19 melanda negeri ini, sehingga UMKM sebagai pendukung utama ikut terdampak.

“Ini menjadi faktor utama mengapa Rumah Kemasan tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya, kedepan insya Allah rumah kemasan akan bangkit lagi seiring dengan bangkitnya UMKM di Tanah Datar,” terang Arismen. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB