Tidak Hanya Timnas Sepakbola, Soal Beras Indonesia juga Kalah Telak dari Thailand

Penulis -

Sabtu, 1 Januari 2022 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penulis: Jalu W Wirajati*

Kekalahan telak Indonesia dari Thailand pada final Piala AFF 2020, Rabu (29/12) amatlah menyesakkan. Bagaimana tidak, jelang laga Indonesia vs Thailand, optimisme di negeri ini tengah membuncah.

Sampai-sampai Ketua Umum PSSI pun berencana untuk langsung hadir di kamar ganti pemain pada laga leg kedua final, yang sebenarnya tidaklah diperkenankan.

Ya, sempat diragukan bisa berbicara banyak di Piala AFF 2020 ini, anak-anak asuhan Shin Tae-yong ternyata bisa menunjukkan hasil di luar ekspektasi.

Asnawi Mangkualam Bahar dkk bisa finis di posisi puncak Grup A dengan mengangkangi tim yang lebih difavoritkan, Vietnam.

Kepastian menjadi juara grup itu semakin indah karena terwujud seusai Indonesia mengalahkan negara jiran yang dianggap rival oleh sebagian kalangan, Malaysia, dengan skor mencolok.

Euforia makin membuncah seusai Indonesia berhasil menyisihkan tuan rumah Singapura pada babak semifinal berkat aksi heroik kiper Nadeo Argawinata yang menggagalkan penalti lawan pada pengujung laga.

Timnas Indonesia kembali ke laga puncak Piala AFF – dulu bernama Piala Tiger – untuk kali ke-6 dan yang menjadi lawan adalah The Real Arch Rival, Thailand.

Melihat performa pasukan STY, wajar apabila suporter Indonesia menaruh harapan besar bahwa pada Piala AFF kali ini euforia mereka akan mencapai titik “orgasme”.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Tidak seperti lima laga final sebelumnya yang ternyata “ejakulasi” lebih cepat daripada seharusnya.

Sayang, kadang ekspektasi tak sesuai dengan realitas seperti halnya Kinan yang berharap bisa ke Cappadocia, Turki, justru sang suami, Aris, mengajak selingkuhannya Lydia dalam web series Layangan Putus.

Jagat media sosial pun ramai membahas kekalahan timnas dari Thailand tersebut. Space jadi ajang diskusi instan. Netizen pun menjadi analis dan komentator dadakan di Instagram, Twitter, dan Facebook. Sampai-sampai, ada berita di situs web resmi PSSI kena retas.

Dari semua ulasan dadakan netizen yang ramai di media sosial, ada salah satu komentar yang menarik minat saya.

“Apa sih makannya pemain Thailand?” tanya seorang teman di dinding Facebook miliknya. “Beras juga, tapi beras Thailand,” ujar kawan saya lainnya yang satu sekolah.

Benarkah beras Thailand lebih baik daripada Indonesia? Hal ini membuat saya langsung melakukan googling dan hasilnya, dari salah satu situs web berita: “Hom Mali Thailand Kembali Raih Status Beras Terbaik”.

Beras Hom Mali Thailand kali kedua beruntun keluar menerima penghargaan Beras Terbaik Dunia dalam kontes Beras Terbaik Dunia ke-13 di Bangkok seperi dikutip dari Republika, 20 Desember 2021.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

The Nation memberitakan sebelas jenis beras dari enam negara; Thailand, Cina, AS, India, Vietnam, dan Myanmar, masuk nominasi tahun ini. Tidak diketahui apakah Indonesia ikut dan tak masuk nominasi, atau tidak ikut sama sekali.

Bukan hanya timnasnya, beras Thailand ini sebenarnya sudah lama menjadi momok bagi Indonesia, khususnya para petani. Ketika harga beras impor yang lebih murah masuk, otomatis beras nasional – walau secara rasa diklaim lebih pulen – tidak bisa bersaing.

Dilansir dari Lokadata, Laporan Bank Dunia menyebut harga beras di Indonesia termasuk yang termahal di Asia Tenggara.

Menurut Bank Dunia, rata-rata harga beras di Indonesia selama 2012-2020, dua kali lipat ketimbang Thailand, Vietnam dan Myanmar.

Namun, selama tiga tahun sejak akhir 2017-2020, petani Indonesia rata-rata hanya menikmati 45 persen dari harga beras di tingkat wholesale atau distributor. Dalam periode yang sama, petani Thailand menikmati 65 persen di tingkat yang sama.

Indonesia termasuk salah satu negara terbesar soal impor beras. Padahal, pada 1980-an, kita pernah mendapat penghargaan dari Badan Pangan Dunia (FAO) lantaran bisa swasembada pangan.

Baca Juga :  Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Keran impor ini juga terlihat di kompetisi sepak bola Indonesia. Banyak posisi vital di klub teras diisi oleh pemain asing. Salah satunya adalah penyerang nomor 9 atau target man.

Wajar apabila kemudian Ezra Walian atau Egy Maulana Vikri yang sejatinya bukan penyerang tengah murni dipasang oleh coach Shin Tae-yong di posisi tersebut.

Kebijakan impor ini hanyalah satu dari banyak problem di sepak bola dan perberasan di Indonesia. Tapi, saya pribadi, akan tetap cinta dan mendukung timnas Indonesia dan terus mengonsumsi beras lokal, khususnya pandan wangi khas Cianjur. Sudah kadung cinta sih…

Mari kita kembali bantu petani lokal dengan mengonsumsi beras lokal agar mereka bisa mendapat manfaat yang lebih banyak. Jangan sampai tengkulak yang untung.

Begitu juga dengan sepak bola kita. Jangan sampai hanya mereka-mereka yang coba memanfaatkan sepak bola mengambil untung dari setiap event dadakan, tetapi tidak ada langkah konkret untuk membuat timnas Indonesia bisa berjaya.

Semoga negeri ini bisa kembali swasembada pangan dan timnas Indonesia berjaya lagi. Aamiin. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh
Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman
Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi
Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur
Mengapa Manusia Membutuhkan Oksigen di Udara?
Pura Luwur Gunung Kukus Gwa Gong, Jejak Keindahan Seni dan Kearifan Leluhur Bali
Uluwatu dan Pelajaran Tentang Kesadaran Manusia Sebagai Pemimpin di Muka Bumi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:48 WIB

Menjaga Kesehatan Lambung, Menjaga Keseimbangan Kesehatan Tubuh

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Selasa, 29 September 2026 - 11:11 WIB

Penanganan Karhutla Indonesia Berbasis Teknologi

Selasa, 29 September 2026 - 10:10 WIB

Pendidikan Gratis, Jalan Menuju Indonesia yang Cerdas, Adil dan Makmur

Berita Terbaru