Daerah

Tidak Cukup Diskusi di Grup WA, M Rahmad “Turun Gunung” Urus Jagung

Limapuluh Kota, Prokabar — Potensi jagung yang dinilai sebagai kekuatan ekonomi baru Limapuluh Kota oleh Muhammad Rahmad, CEO Rama Group, tidak cukup dengan membahas di grup-grup WAG dan diskusi semata.

Lebih dari itu, sepanjang Minggu (4/8) kemarin, mantan penulis naskah pidato Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut, terpantau “turun gunung” mengeksekusi wacana pengembangan sektor jagung di Limapuluh Kota. Rahmad turun mencari lahan percontohan.

Bukan sendiri, M Rahmad yang dijuluki oleh Profesor Ganefri, Rektor UNP sebagai Bupati 202 itu, datang bersama kandidat Ketua DPRD Limapuluh Kota yang juga Wakil Ketua DPRD Deni Asra, pengusaha peternakan dan agro Haji Desra, pengamat pertanian Sevindrajuita dan sederet tokoh Luak Limopuluah lainnya.

“Bupati dan Ketua DPRD Limapuluh Kota masa depan, sedang meninjau potensi ekonomi nagari. Hebat,” komentar Profesor Ganefri, Rektor UNP di grup Pilkada Limapuluh Kota.

Ganefri, merupakan tokoh Luak Limopuluah yang saat ini, menunaikan ibadah haji atas undangan Kerajaan Arab Saudi bersama 19 tokoh bangsa lainnya. Jauh hari, Ganefri disebut-sebut mendukung total M Rahmad pulang kampung mengurus daerah.

Kunjungan M Rahmad ke sejumlah lokasi untuk penanaman jagung percontohan, disambut antusias masyarakat dan pelaku usaha. “Selama ini, ada kecendrungan, wacana hanya sebatas di dunia maya. Pencitraan. Kalau adinda M Rahmad, ini beda, aksi langsung,” kata Haji Desra.

Sebelum melakukan survai lokasi penanaman jagung, M Rahmad tempo hari menggelar diskusi bersama Forum Luak 50, sebuah jejaring sosial media di grup WAG.

Dari diskusi ini, muncul beberapa gagasan dan peluang dari M Rahmad bersama peserta lainnya. Intinya, jagung harus dikelola maksimal. Pasarnya tidak jauh, tapi di Limapuluh Kota saja tak sedang-sedang.

Kabupaten Lima Puluh Kota dapat menjadi pusat produksi jagung terbesar di Sumatera Barat, dengan penghasilan minimal 13,8 trilyun rupiah per tahun. Tak hanya itu, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat, pengangguran akan hilang, dan 26.930 orang yang saat ini hidup dibawah garis kemiskinan di Kabupaten Lima Puluh Kota, akan terbebas dari kemiskinan.

Rahmad, begitu ia dipanggil, adalah seorang CEO dari Perusahaan Rama Group, yang bergerak dibidang alat-alat industri minyak dan gas,pertambangan, perlengkapan militer, properti, perhotelan, pertanian dan perkebunan, percetakan, ekspor dan impor.

Rahmad adalah pengusaha nasional asal Kecamatan Guguk, Kabupaten Lima Puluh Kota yang juga sebagai Koordinator Nasional Gerakan Kita Bisa, sebuah gerakan yang mengajak anak-anak muda membangun kampung halaman.

Rahmad menjelaskan bahwa jagung adalah komoditi penting yang sangat dibutuhkan. Tiap tahun, setidaknya Sumatera Barat membutuhkan 3,1 juta ton jagung kering. Hasil produksi jagung Sumatera Barat baru 986 ribu ton per tahun. Untuk memenuhi kebutuhan, Sumatera Barat terpaksa membeli jagung dari luar daerah sekitar 2,1 juta ton.

Jika harga jagung per kilo 3.500 rupiah, maka tiap tahun, Sumatera Barat membelanjakan uang keluar daerah sekitar 7,4 trilyun rupiah untuk jagung.

Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan. Bagaimana agar uang 7,4 trilyun rupiah yang selama ini digunakan untuk membeli jagung keluar daerah, mulai diarahkan untuk membeli jagung di daerah sendiri.
Jagung mungkin komoditi yang dianggap kurang menarik oleh sebagian masyarakat. Khususnya terkait dengan harga jual yang dirasa rendah, yakni 3.150 – 4.000 rupiah per kilogram. Bila dihitung dengan rumus ekonomi, sesungguhnya jagung memberikan profit atau keuntungan sekitar 47% per sekali panen.

Dengan modal 20 juta rupiah, dalam masa 3 bulan, uang 20 juta rupiah akan menghasilkan 29 juta rupiah. Jika uang modal itu terus diputar selama 5 tahun, maka diakhir tahun ke 5, uang sudah menjadi 1,9 milyar rupiah.

Bandingkan dengan uang 20 juta rupiah yang disimpan masyarakat dalam bentuk tabungan selama 5 tahun. Diakhir tahun ke 5, uang tabungan itu hanya akan berjumlah 20 juta 700 ribu rupiah.
Jika uang 20 juta disimpan dalam bentuk deposito selama 5 tahun, maka diakhir tahun ke 5, uang deposito itu akan berjumlah 26 juta 300 ribu rupiah.
Dalam konteks ini, maka bertanam jagung adalah cara yang paling cepat bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang sangat menjanjikan.
Jagung bisa tumbuh dengan mudah, dimana saja bahkan diperkarangan rumah sekalipun. Jagung termasuk tanaman yang tidak memerlukan perawatan khusus, dan tidak memerlukan banyak air.
Di Kabupaten Lima Puluh Kota, saat ini terdapat 54 ribu hektar lebih lahan terlantar, ada 6,6 ribu hektar sawah irigasi tak produktif dan ada 1,5 ribu hektar sawah tadah hujan non irigasi. Total ada 62 ribu hektar lebih lahan nganggur.

Bila lahan tersebut ditanami Jagung, maka akan menghasilkan jagung setidaknya 395 ribu ton. Bila diuangkan dengan harga jagung 3.500 rupiah per kilogram, maka total uang yang akan diperoleh masyarakat adalah minimal 13,8 trilyun rupiah.

TANAM PERDANA
Rencananya, dalam waktu dekat M Rahmad akan menghadirkan Wagub Nasruk Abit serta sejumlah Kepala Dinas Provinsi, untuk menanam jagung percontohan. (VBM)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top