Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Tidak Ada KTP Dilarang Mencoblos Meski Terdaftar di DPT dan Punya C Pemberitahuan

Dibaca : 161

Pasaman, Prokabar — Sehari lagi proses pencoblosan Pemilu serentak 2020. Di tengah masyarakat, khususnya di Pasaman terjadi informasi simpang siur perihal kewajiban membawa KTP elektronik saat proses pencoblosan. Menanggapi hal ini, Ketua KPU Pasaman, Rodi Andermi angkat bicara.

Ia menegaskan, KTP elektronik atau surat keterangan bagi pemilih yang KTPnya dalam proses pengurusan atau semacamnya adalah harga mati untuk bisa mencoblos. Bila tidak ada KTP atau surat keterangan, jangan harap bisa memilih. Meski pemilih itu berdomisili di nagari itu dan dikenal betul oleh perangkat nagari atau PPS serta KPPS.

“Jadi, KTP ini adalah kewajiban yang harus dipenuhi saat hendak menggunakan hak suaranya di TPS. Atau, bila tidak ada KTP, apakah itu karena hilang, rusak atau dalam pengurusan, dapat diganti dengan surat keterangan. Bila keduanya ini tidak ada, maka tetap tidak bisa memilih, meski si pemilih terdaftar di DPT,” kata Rodi.

Lain hal bila masyarakat yang tidak memiliki formulir C pemberitahuan atau undangan mencoblos dan tidak pula terdaftar di DPT, namun masyarakat ini memiliki KTP elektronik dan merupakan warga Pasaman dan kecamatan tertentu, si masyarakat tetap bisa memilih.

“Punya KTP Pasaman, tapi tidak terdaftar di DPT, tidak pula punya C pemberitahuan, masyarakat ini masih bisa mencoblos. Ia termasuk dalam DPT tambahan. Jam memilihnya pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB,” kata Rodi.

Dijelaskan Rodi, harga mati untuk KTP dan surat keterangan saat hendak memilih ini diatur dalam PKPU 18 Tahun 2020.
“Pokoknya harus ada KTP atau surat keterangan dari Disdukcapil. Kalau tidak ada, tidak bisa menggunakan hak pilihnya sesuai PKPU yang ada,” tegas Rodi.

Dinilai Rodi, permasalahan pemilih yang tidak bisa menggunakan hak suaranya karena tidak punya (hilang atau tidak membawa) KTP, sementara memiliki C pemberitahuan dan terdaftar di DPT, tidak ada solusi untuk bisa menggunakan hak suaranya. PKPU mengatur pemilih yang tidak bisa menunjukan KTP atau surat keterangan dilarang mencoblos.

“Karena itu, kami menghimbau, sebelum berangkat dari rumah, pastikan membawa KTP, setelah itu lengkapi kebutuhan lainnya, seperti wajib memakai masker hingga mebawa pena sendiri,” pungkas Rodi. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top