Tersendatnya Pembangunan di Pessel, Ini Kata Kadis Pemberdayaan Nagari

Penulis -

Jumat, 7 Februari 2020 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar – Dewasa ini tersendatnya pembangunan di setiap nagari di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, disebabkan oleh komunikasi wali nagari dengan perangkatnya selalu tidak harmonis dan minimnya trasparansi.

Pernyataan demikian dikatakan oleh, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB), Pessel, Wendi.

Tersendatnya pembangunan di Nagari, Menurut Wendi, pertama persoalan komunikasi wali nagari dengan perangkatnya tidak baik, kedua minimnya trasparansi anggran dan setiap kegiatan yang dilakukan oleh wali nagari.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Ya, saya menilai seperti itu, hubungan wali nagari dan perangkat kurang harmonis dan minimnya transparan,” ujarnya pada Prokabar.com Jumat (7/2).

Idealnya, kata mantan Asisten III Pemkab Pessel itu, Wali Nagari harus menjalin komunikasi yang baik untuk keberlangsungan pembangunan di Nagari, karena Wali Nagari adalah ujung tombak pembangunan.

Selanjutnya, Wali Nagari harus transparan soal anggran dan pembangunan demi terlaksananya pembagunan yang lebih baik.

“Peran Wali Nagari merupakan salah satu kuncinya. Kini, Wali Nagari dan perangkatnya bertengkar maka pembagunan akan terganggu,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Disisi lain, kata Wendi, Wali Nagari adalah pemimpin yang hanya menjalankan instruksi dari struktur di atasnya yaitu kecamatan, kabupaten, dan seterusnya. Dia harus menjadi seorang perancang bagi pembangunan bersifat menggenjot ekonomi nagarinya sendiri.

Wali Nagari tidak bisa lagi hanya berpangku tangan dan merasa dirinya hebat hanya karena menjadi wali nagari, tetapi harus mau menjalin komunis yang baik dengan perangkatnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Kemampuan warga di Nagari tidak bisa lahir dan berkembang sendiri. Wali Nagari harus mampu menjadi perancang pembangunan dan harus dipecahkan oleh wali nagari serta perangkatnya, ungkapnya.

Lanjut Wendi mengatakan, Wali Nagari juga harus mulai paham bahwa merancang pembangunan nagari tidak lagi identik dengan pembangunan fisik, melainkan juga masalah pemberdayaan.

“Selama ini saya lihat hanya dominan pembangunan fisik sementara pemberdayaan dijadikan program nomor dua, padahal itu sangat penting mendongkrak perekonomian warganya sendiri,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB