Tersangkut Jaring Nelayan, Hiu Tutul Kembali Mati di Pesisir Selatan

Penulis -

Sabtu, 19 Oktober 2019 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, Prokabar — Ikan hiu tutul dengan panjang 6,3 meter dengan berat 1 ton kembali mati di perairan Pantai Transidano Taluak, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, Sabtu (19/10).

“Sebelum mati, ikan hiu tutul ini tersangkut dijaring nelayan tradisional pagi tadi, setelah dilepaskan dari jaring, ikan hiu tersebut tetap menepi ke pantai,” kata salah seorang nelayan setempat Beni (28) pada Prokabar.com.

Ia bersama nelayan, telah berupaya untuk kembali mendorong hiu ke tengah, namun hiu tetap menepi.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

“Sudah kami dorong ke tengah, tapi ikan tetap kembali ke tepi pantai. Padahal tadi ikan masih dalam keadaan hidup, sekarang sudah mati, “ujarnya lagi.

Sementara Sawalludin dari pemerintah Kecamatan Batangkapas mengatakan, dirinya, telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Perikanan Pessel. Langkah apa setelah ini yang akan diambil.

“Kita sekarang masih menunggu petunjuk orang Dinas, apakah dikuburkan disini atau tetap dikembalikan ketengah, “ujarnya.

Hiu tersebut diperkirakan memiliki panjang 6,3 meter dan berat 1 to, saat ini kondisi sudah mati.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal mengatakan, pihaknya sudah melaporkan peristiwa tewasnya hiu yang panjang 6,3 meter, dengan berat badan 1 ton ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) di Padang.

“Sudah kita koordinasikan dengan BPSPL di Padang. Kalau tidak ada aral melintang hari ini Sabtu (19/10) mereka turun sekaligus melakukan penyebab matinya, “ujarnya.

Dikatakan Andi, hiu tutul dinamakan dengan bahasa latin Rhincodon typus, biasanya hidup di laut dalam.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Dugaan sementara atas matinya hiu itu, tersangkut oleh jaring nelayan, setelah lepas dari jaring nelayan hui tersebut dalam kondisi lemah menuju perjalanan jauh.

“Dugaan sementara ya karena lemah ditambah tersangkut dijaring nelayan, “ujarnya lagi.

Dugaan lain, hiu yang tewas itu, karena sedang berupaya pindah tempat. Sebab, kebiasaan ikan besar tersebut selalu bermigrasi dari habitatnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menyediakan ekskavator untuk dikuburkan diwilayah setempat, tutupnya. (min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB