Daerah

Tersangkut Jaring Nelayan, Hiu Tutul Kembali Mati di Pesisir Selatan

Pesisir Selatan, Prokabar — Ikan hiu tutul dengan panjang 6,3 meter dengan berat 1 ton kembali mati di perairan Pantai Transidano Taluak, Kecamatan Batangkapas, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumbar, Sabtu (19/10).

“Sebelum mati, ikan hiu tutul ini tersangkut dijaring nelayan tradisional pagi tadi, setelah dilepaskan dari jaring, ikan hiu tersebut tetap menepi ke pantai,” kata salah seorang nelayan setempat Beni (28) pada Prokabar.com.

Ia bersama nelayan, telah berupaya untuk kembali mendorong hiu ke tengah, namun hiu tetap menepi.

“Sudah kami dorong ke tengah, tapi ikan tetap kembali ke tepi pantai. Padahal tadi ikan masih dalam keadaan hidup, sekarang sudah mati, “ujarnya lagi.

Sementara Sawalludin dari pemerintah Kecamatan Batangkapas mengatakan, dirinya, telah melaporkan kejadian ini ke Dinas Perikanan Pessel. Langkah apa setelah ini yang akan diambil.

“Kita sekarang masih menunggu petunjuk orang Dinas, apakah dikuburkan disini atau tetap dikembalikan ketengah, “ujarnya.

Hiu tersebut diperkirakan memiliki panjang 6,3 meter dan berat 1 to, saat ini kondisi sudah mati.

Kepala Dinas Perikanan Pessel, Andi Syafinal mengatakan, pihaknya sudah melaporkan peristiwa tewasnya hiu yang panjang 6,3 meter, dengan berat badan 1 ton ke Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) di Padang.

“Sudah kita koordinasikan dengan BPSPL di Padang. Kalau tidak ada aral melintang hari ini Sabtu (19/10) mereka turun sekaligus melakukan penyebab matinya, “ujarnya.

Dikatakan Andi, hiu tutul dinamakan dengan bahasa latin Rhincodon typus, biasanya hidup di laut dalam.

Dugaan sementara atas matinya hiu itu, tersangkut oleh jaring nelayan, setelah lepas dari jaring nelayan hui tersebut dalam kondisi lemah menuju perjalanan jauh.

“Dugaan sementara ya karena lemah ditambah tersangkut dijaring nelayan, “ujarnya lagi.

Dugaan lain, hiu yang tewas itu, karena sedang berupaya pindah tempat. Sebab, kebiasaan ikan besar tersebut selalu bermigrasi dari habitatnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan menyediakan ekskavator untuk dikuburkan diwilayah setempat, tutupnya. (min)

Berani Komen Itu Baik

Tirto.ID
Loading...
To Top