Tanjung Mutiara, Prokabar — Penghuni rawa dan muara sungai memangsa beberapa ekor hewan ternak warga di Jorong Labuah, Nagari Tiku V Jorong beberapa waktu lalu. Kejadian tersebut sempat membuat warga resah dan kuatir akan kehadiran predator purba tersebut.
Menurut Azmi, pemilik ternak tersebut Buaya dengan panjang sekitar 4 meter bersama anaknya berhasil memangsa 1 ekor kambing, 1 ekor angsa dan belasan ekor ayam ternak miliknya dan warga lainnya. Bahayanya, buaya tersebut sudah mulai berani mendekati pemukiman.
BKSDA Resor Agam mendapati laporan dari Bripka Reffren, Bhabinkamtibmas setempat langsung mendatangi lokasi.
“Kami langsung melakukan pertemuan dengan warga di masjid setempat untuk mengsosialisasikan dan memberikan penyuluhan agar tidak beraktifitas dan melepaskan ternaknya disekitar lokasi rawa tersebut,” ungkap PEH (Pengendali Ekosistem Hutan) BKSDA Resor Agam, Ade Putra.
Jarak rawa dengan pemukiman yang hanya 25 meter membuat warga menjadi resah dan meminta dilakukan penanganan terhadap satwa bernama latin Crododylus Porosus tersebut. Langkah awal melakukan identifikasi terhadap penyebab dan kondisi habitat lingkungan sekitar kejadian.
Berdasarkan hasil identifikasi sementara di lapangan, diduga buaya tersebut memangsa ternak warga akibat berkurangnya pakan di dalam habitatnya. Persaingan sesama individu Crocodil itu juga disebabkan penyempitan lahan yang sebagian sudah beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit.
Untuk lokasi yabg berdekatan dengan pemukiman, BKSDA berencana bersama warga akan memasang jaring pengaman disekitar antara batas rawa dengan pemukiman.
“Kita akan memasang jaring sepanjang 100 meter lebih. Hal ini mengantisipasi Buaya untuk naik ke darat dan juga mencegah warga terutama anak-anak untuk mendekati rawa tersebut,” lanjutnya.
Sebelumnya, BKSDA Resor Agam juga sedang melakukan penanganan dan pemantauan terhadap Buaya yang bertelur. Lokasi tidak jauh dari lokasi penyerangan ternak warga. Lokasi berada di Perkebunan Kelapa Sawit milik warga di Jorong Ujung Labuang Nagari Tiku V Jorong. “Telur buaya tersebut diperkirakan akan menetas pada awal bulan April nanti,” pungkasnya. (rud)
















