Daerah

Terlibat Kasus Narkoba di Pasaman, Siap-siap Dipenjara Hingga Belasan Tahun

Pasaman, Prokabar — Pelaku peredaran narkoba, agakanya berpikir ekstralah bila nekat beraksi atau melintasi kawasan Pasaman. Kapan perlu, urungkan niat atau perbuatan yang menyalahi aturan itu. Sebab, penegak hukum di daerah ini, tidak akan memberi ampun bagi pelaku peredaran barang haram ini.

Buktinya, para pelaku peredaran narkoba yang berakhir di meja hijau, tidak ada yang mendapat hukuman ringan, selalu berat.

“Dalam bulan agustus kemarin, Pengadilan Negeri Lubuk Sikaping menjatuhi hukuman 12 tahun penjara kepada dua orang terdakwa pemilik sabu, Abdul Fattah Nasution dan Ali Hamdi. Selain itu, bulan Februari dan dalam tahun ini lainnya, juga ada terpidana yang dipenjara selama 10 tahun dan enam tahun. Pokoknya, asal narkoba, putusannya berat,” kata Kajari Pasaman, Adhryansah didampingi Kepala PN Lubuk Sikaping, Cut Karnelia, Rabu (20/11).

Diakui Adryansah dan Cut, beratnya hukuman bagi para pengedar atau tersangka yang terlibat narkoba, dikarenakan daya rusak yang luar biasa bagi generasi dan bangsa.

Di sisi lain, berdasarkan data statistik kejaksaan, jumlah kasus narkoba paling banyak sepanjang tahun 2019 ini.

“Trendnya terus naik. Sepertinya daerah Pasaman bukan hanya sebagai daereh jalur perlintasan bagi pengedar, tetapi juga sudah masuk daerah titik edar bagi para pelaku. Untuk itu, kami sangat mengharapkan kerjasama semua pihak termasuk aparat gabungan dalam pemberantasan peredaran narkoba maupun penyakit masyarakat di Pasaman ini,” tukas Adhryansah. (Ola)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top