Terlibat Kasus Korupsi, Walinagari Ganggo Hilia Menghilang

Penulis -

Senin, 2 Desember 2019 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Nahkoda pemerintah Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol tidak bertuan. Sudah sepuluh hari, Wali Nagarinya, Bondan Kusbianto tidak masuk kantor.

Tidak jelas, apa penyebab Wali Bondan ini absen dari tugasnya. “Iya, sudah seminggu lebih Pak Bondan tidak masuk ke kantor,” kata Sekretaris Nagari, Adwar Tanjung, Senin (2/12).

Diakui Adwar, komunikasi pihak pemerintah magari dengan Wali Bondan terjadi pada 22 November lalu. Melalui telpon, Bondan mengaku sakit dan tidak masuk kantor. Anehnya, keesokan hari, pesan singkat masuk ke telpon Adwar dari sang istri Bondan, yang menyatakan suaminya tak pulang ke rumah.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Sampai saat ini, selaku bagian dari pemerintahan nagari, kami terus mencari Pak Bondan. Telponnya tidak aktif, keberadaannya pun tidak terlacak. Sudah kami cari kemana-mana. Sampai sekarang tidak ditemui dimana rimbanya,” kata Adwar.

Perihal kasus tidak masuk kantor ini, pihak Pemerintahan Nagari Ganggo Hilia telah melaporkannya kepada pihak kecamatan hingga kabupaten.

“Sudah kami laporkan dan masalah pelayanan di kantor wali hanya kami jalankan sebisanya. Apa masalah wali ini, kami kurang tau,” tukas Adwar.

Saat Prokabar.com menghubungi melalui telpon dan WA, nomor Wali Bondan Kusbianto tidak bisa dituju alias tidak aktif. Hingga berita ini diturunkan.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Di sisi lain, Wali Bondan Kusbianto sudah menjadi rahasia umum, dirinya terlibat kasus dugaan korupsi realisasi Anggaran Dana Desa (ADD) Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol tahun 2017.

Bahkan, para ahli dari pihak kepolisian telah terjun ke lapangan melakukan pengecekan beberapa paket pekerjaan fisik yang bersumber dari dana ADD pada 2 Maret kemarin.

“Pengecekan oleh tim ahli sudah selesai. Kita kembali melakukan proses penyidikan. Tinggal hasil audit BPK yang belum. Kalau keterangan saksi-saksi, sudah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kasus ini bisa kita limpahkan ke kejaksaan,” kata Kasatreskrim Polres Pasaman, AKP Lazuardi, perihal perkembangan kasus Bondan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Diakui AKP Lazuardi, setidaknya, nagari yang dipimpin Bondan Kusbianto ini, terdapat 14 paket pekerjaan fisik yang hasilnya buruk dengan sumber anggarannya dari ADD tahun 2017.

“Ada 14 paket pekerjaan yang kami kumpulkan hasilnya tidak sesuai RAB atau spek. Mulai dari pembuatan irigasi, pengecoran jalan, pembukaan jalan baru,” kata AKP Lazuardi.

Adanya kasus ini, diakui Lazuardi disimpulkan pihaknya dari keterangan saksi dan hasil penyidikan tim di lapangan, usai adanya laporan dari masyarakat.

Perihal siapa yang menyunat anggaran dan melakukan mark up, hingga meminta fee dari rekanan yang mengerjakan, keterangan sementara mengarah pada Bondan. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB