Terkait Zona Megathrust di Selat Makassar, Ini Penjelasan BMKG

Penulis -

Sabtu, 11 Januari 2020 - 16:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa tidak ada zona megathrust di Selat Makassar seperti viral disebutkan beberapa waktu terakhir yang mampu memicu gempa maha dahsyat.

“Tentu saja informasi ini tidak benar. Di selat Makassar tidak ada aktivitas penunjaman lempeng (pate subduction) tetapi yang ada adalah sumber gempa Makassar Strait Thrust yang artinya sesar naik Selat Makassar,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Sabtu (11/1/).

Daryono menjelaskan, megathrust adalah istilah untuk menyebut sumber gempa di zona penunjaman lempeng, tepatnya lajur subduksi landai dan dangkal. Wilayah Pulau Sulawesi merupakan kawasan seismik aktif dan kompleks. Disebut seismik aktif karena wilayah ini memiliki tingkat aktivitas gempa yang tinggi. Disebut kompleks karena memiliki banyak sebaran sumber gempa dengan berbagai mekanisme.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Dalam buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 yang diterbitkan oleh Pusat Studi gempa Nasional (Pusgen), wilayah Pulau Sulawesi memiliki 48 struktur sesar aktif dan satu zona Megathrust Sulawesi Utara.

Di Sulawesi, zona megathrust ini berhadapan dengan wilayah pesisir pantai utara Sulawesi Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Tengah bagian utara. Megathrust Sulawesi Utara merupakan sumber gempa yang berpotensi memicu gempa kuat.

Catatan sejarah gempa dan tsunami menunjukkan bahwa di Pulau Sulawesi dan sekitarnya sejak tahun 1800 sudah terjadi lebih dari 69 kali gempa merusak dan tsunami. Peristiwa gempa merusak terjadi lebih dari 45 kali dan tsunami lebih dari 24 kali. Sebagian besar gempa dan tsunami di Sulawesi dipicu oleh aktivitas sesar aktif, bukan aktivitas zona megathrust.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Dari sebanyak 24 kali tsunami di Sulawesi yang dipicu oleh Megathrust Sulawesi Utara hanya empat kali kejadian yaitu Tsunami Utara Gorontalo 25 Agustus 1871 tanpa ada korban jiwa, Tsunami Tolitoli 2 Februari1904 tidak ada korban jiwa, Tsunami Kwandang-Manado 29 Januari 1920 tidak ada korban jiwa dan Tsunami Tolitoli 1 Januari 1996 yang menyebabkan sembilan orang meninggal.

“Sulawesi memang rawan gempa, mengingat wilayahnya banyak terdapat sumber gempa. Namun demikian potensi gempa harus disampaikan kepada masyarakat apa adanya sesuai fakta tidak berlebihan hingga menimbulkan kecemasan masyarakat,” tambah dia.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Lebih lanjut dia mengatakan, adanya potensi gempa dan tsunami di Sulawesi tidak perlu membuat masyarakat kecil hati dan khawatir berlebihan. Semua informasi terkait potensi gempa dan tsunami harus direspon dengan langkah nyata dengan upaya memperkuat mitigasi guna meminimalkan dampak.

“Meskipun tinggal di daerah rawan gempa, kita tetap dapat hidup dengan aman dan nyaman karena yang paling penting dan harus dibangun adalah mitigasi, kesiapsiagaan, kapasitas stakeholder dan masyarakat, serta menyiapkan infrastruktur yang tahan gempa,” tambah dia.

Nagara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Selandia Baru adalah contoh negara rawan gempa dengan sumber gempa yang aktif dan kompleks. Tetapi mereka berusaha memitigasinya hingga menjadi negara maju dan terus berkembang. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB