Terkait Ada Pungli Di Mandeh, Ini Tanggapan Bupati

Penulis -

Rabu, 12 Juni 2019 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pessel, Prokabar — Bupati Pesisir Selatan (Pessel), Hendrajoni mengimbau, kepada masyarakat dilarang melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap pengunjung wisata dengan dalih apapun di seluruh objek wisata yang ada di daerah ini.

“Pungli suatu tindakan yang dapat merusak nama baik daerah dan membuat orang tidak ingin datang lagi ke daerah kita,” kata Bupati Pessel, Hendrajoni, Rabu (12/6) di Painan.

Menurut Hendrajoni, pungli merupakan suatu tindakan melanggar hukum dan mesti dihindari oleh siapapun. Sementara khusus di objek wisata masyarakat selalu diingatkan agar tidak melakukan Pungli pada pengunjung.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Kita terus melakukan imbauan kepada masyarakat tidak melakukan pungli di objek wisata yang ada. Hal itu juga diingatkan kepada petugas di lapangan agar tidak melakukan pungli kepada pengunjung wisata,” tegasnya.

Kabupaten Pessel, katanya, memiliki objek wisata yang menjadi mangnet orang untuk berkunjung. Objek wisata itu memiliki pesona alam yang unik yang barangkali tidak dimiliki daerah lain.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Antara lain, Kawasan Mandeh yang kini telah menjadi destinasi wisata unggulan. Objek wisata bahari itu semangkin ramai dikunjungi wisatawan baik dalam maupun luar daerah, bahkan luar negeri.

Untuk memudahkan wisatawan mengakses Mandeh lewat darat, maka pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR membangun jalan yang kini telah bisa dilintasi oleh wisatawan baik dari Bungus Teluk Kabung Padang maupun dari Tarusan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Lanjutnya, tidak bisa dipungkiri bahwa untuk meningkatkan kunjungan, maka objek wisata mesti dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai, salah satunya jalan.

“Ya, memang tidak bisa dipungkiri bahwa untuk meningkatkan kunjungan, maka objek wisata mesti dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai, salah satunya jalan,” tutupnya,(min)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB