Daerah

Terbakarnya Tagline Padang Kota Tercinta Diduga Kurang Perawatan

Dibaca : 665

Padang, Prokabar – Terbakarnya tagline “Padang Kota Tercinta” di puncak Gunung Padang yang dibangun dengan dana Rp6,37 miliar, Sabtu (30/11), mengundang perhatian banyak pihak.

Salah satunya anggota DPRD Kota Padang wismar Panjaitan. Minggu (1/12), Wismar menyempatkan diri mengunjungi puncak Gunung Padang.

Dia menduga pemicu terbakarnya aset bernilai miliaran itu diduga karena kurangnya perawatan dan pengawasan dari pihak terkait selama ini.

Wismar Panjaitan sangat menyayangkan peristiwa terbakarnya ikon Kota Padang itu.

Menurutnya, Walikota harus tegas menyikapi persoalan ini dengan serius. Sehingga, OPD terkait yang bertanggungjawab mengurus aset pemerintah Kota Padang benar-benar serius dan melakukan tugasnya.

Proyek besar tulisan raksasa itu, menurut Wismar bukanlah hal yang sepele. Tulisan itu dibangun sebagai ikon Kota Padang dan dianggarkan dengan dana yang cukup fantastis.

“Anggarannya itu sekitar Rp 6,37 miliar dari APBD Kota Padang. Kita sangat prihatin, baru sekitar setahun selesai dibangun, sudah ludes terbakar. Kalau kita gunakan dana itu untuk pendidikan, sudah berapa sekolah yang bisa dibangun,” ungkapnya.

Kader Partai PDI Perjuangan yang sudah dua priode duduk di DPRD Padang ini juga mengatakan dengan peristiwa kebakaran tersebut samgat wajar masyarakat Kota Padang mempertanyakan kualitas pembangunan proyek tersebut dan pihak terkaiat harus dipertanggungjawabkan.

Katanya, untuk pemasangan landmark atau tulisan raksasa Padang Kota Tercinta itu, dianggarkan padang 2017 lalu dan realisasi pembangunan 2018. Artinya, baru sekitar setahun lamanya dibangun, tulisan itu sudah terbakar.

“Karena ini adalah aset Kota Padang yang nilai sangat besar, makanya saya mencoba naik keatas bukit ingin melihat langsung dan memastikan kondisi kebakaran itu. Kita juga sempat bertanya kepada beberapa warga disana apa penyebab kebakaran itu,” ungkap Wismar.

Dari pantauan yang dia lakukan, lanjut Wismar, terlihat ada beberapa hal yang diduga bisa menyebab terjadinya kebakaran tersebut. Potensi kebakaran itu dilihat dari sisi safety bangunan, perawatan, dan pengawasan dari pihak terkait.

Soal safety terlihat sangat lemah, dari peninjauan yang dilakukan travo listrik di tulisan raksasa yang terbuat dari baja WF HBM dengan berat sekitar 40 ton sangat berpotensi terjadinya korsleting. Pemasangan travo jaraknya hanya sekitar 2 meter dari bangunan tanpa perlindungan yang baik dan letaknya pun sekitar 30 cm dari tanah.

Halaman : 1 2

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top