Tentang Sentra Tenun, Ini Kata Mufidah Jusuf Kalla

Penulis -

Senin, 2 September 2019 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Ketua Dewan Kerajinan Indonesia (Dekranas), Mufidah Jusuf Kalla untuk ketiga kalinya mengunjungi sentra tenun yang berlokasi di Kenagarian Tigo Jangko, Kecamatan Lintau Buo, Senin (2/9).

Sentra tenun Lintau ini digadang-gadangkan sebagai sentra industri tenun terbesar di Indonesia yang dilengkapi dengan asrama 35 kamar yang dibangun diatas lahan seluas 11.750 meter persegi.

Usai melaksanakan kunjungannya, Mufidah Jusuf Kalla mengatakan, jika niatnya untuk membuka sentra tenun di Sumatera Barat telah, khususnya di Lintau telah tercapai.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Awal mula dibangunnya sentra tenun ini tak lain agar semua orang bisa menenun dan mandiri sehingga mampu meningkatkan perekonomiannya.

“Sentra tenun ini didirikan dengan syarat agar bisa semua orang diterima sebagai murid. Supaya dia pintar, pandai, mencari nafkah sendiri dengan hasil karyanya,” ucap Mufidah Kalla.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Mufidah Kalla juga mengaku senang melihat perkembangan peserta didik di sentra tenun. Pasalnya, baru beberapa hari belajar, anak didik di sekolah tenun itu telah bisa menghasilkan karya seperti songket.

“Alhamdulillah 20 hari mereka telah bisa membuat songket,” tambahnya.

Istri dari Wakil Presiden RI ini sangat berkeinginan, seluruh anak didik sentra tenun mampu mandiri, membiayai diri sendiri maupun keluarganya. Mufidah Kalla juga berjanji akan sebisa mungkin membantu untuk memasarkan hasil kerajinan dari sentra tenun Lintau itu.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Seandainya mereka tidak bisa menjual disini, dikirim, nanti saya bantu. Banyak yang mau jual. Sekarang saya masih bantu, benang saya belikan, makannya juga ditanggung,” tutup Mufidah Kalla. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB