Tentang Darma-Tani, Ini Kata Pengamat Politik

Penulis -

Selasa, 8 September 2020 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Pengamat politik Universitas Ekasakti Padang, Musfi Yendra, menyebut pasangan H. Zuldafri Darma, SH dan H. Sultani yang diusung koalisi Partai Golkar dan PKS dipilkada Tanah Datar, memiliki peluang menang yang lebih besar.

Kedua pasangan ini klop dengan kekuatan yang saling mendukung. Zuldafri Darma, Epi Darma akrabnya adalah politisi senior di Tanah Datar, memiliki pengalaman dari bawah, sebagai pengurus partai, anggota legislatif dan kini Wabup Tanah Datar.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Sosoknya yang sederhana sangat dekat dengan grassroot atau masyarakat umum. Siapa yang tidak kenal nama Epi Darma di Tanah Datar? Sultani juga mantan anggota DPRD Sumbar tiga periode dari Dapil Tanah Datar,” ungkap Musfi.

Menurut Musfi, selain sosok personal, kedua partai pengusung pasangan Zuldafri Darma-Sultani yang disebut Darma-Tani juga akan menjadi mesin politik yang kuat. Sebab mereka adalah kader inti partai pengusung.

“Yang membedakan pasangan Darma-Tani ini dengan kandidat lain adalah mereka merupakan kader inti dari partai pengusung. Bukan sekedar menumpang perahu atau mengurus KTA dadakan menjelang Pilkada saja. Pak Epi itu Ketua Golkar Tanah Datar dan Pak Sultani juga pengurus DPW PKS. Saya sangat yakin mesin kedua partai ini akan bergerak dengan cepat memenangkan kandidat mereka. Apalagi kedua partai ini memiliki basis yang kuat di Tanah Datar,” ungkap Musfi dosen di Fisipol Universitas Ekasakti (Unes) Padang ini.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Musfi juga menilai, partai yang tidak mengusung kadernya sendiri dalam kontestasi Pilkada tidak akan bergerak secara maksimal.

Pilkada ini kan syarat kepentingan elit partai, apalagi jika partai mengusung yang bukan kadernya sendiri karena faktor beli perahu umpanya. Itu rawan konflik di internal kadernya. Sehingga mesin politiknya tidak akan bergerak. Saya juga yakin akan banyak kader partai menyeberang ke kandidat lain, katanya. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB