Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Tentang Biografi “Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia”, Ini Cerita Najwa Shihab

Najwa Shihab berkisah tentang perjalanan biografi 'Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia'
Dibaca : 389

Jakarta, Prokabar – Penerbit Literati bekerjasama dengan Gramedia dan Narasi menggelar acara launching biografi Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia di Gramedia Matraman.

Biografi Almarhum Sutopo Purwo Nugroho ini ditulis oleh Fenty Effendy yang secara eksklusif mewawancarai beliau sebelum wafat dan masih menjabat sebagai Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dikemas dalam program Catatan Najwa yang dipandu oleh Najwa Shihab, founder Narasi, menghadirkan Fenty Effendy (penulis biografi Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia), bersama dengan Bapak Suharsono dan Ibu Sri Rusmandari (Orang Tua Alm. Sutopo PN) sebagai narasumber.

Najwa Shihab, founder Narasi dan host Catatan Najwa menuturkan perjalanan buku ini berawal dari ketika Ia mendapat pesan dari Pak Topo yang sedang mencari partner penerbit untuk menuliskan buku biografinya.

“Ketika saya menghubungi Pak Topo untuk mengonfirmasi pesan itu, dia langsung bersemangat. ‘Mbak Nana, ternyata ada beberapa orang yang mau menuliskan dan menerbitkan, tapi saya mau pilih sama mbak Nana saja ya’. Terharu rasanya. Saya kemudian mengajak sahabat saya Fenty Effendy, penulis sekaligus host Buka Buku di Narasi dan penerbit Lentera Hati untuk bertemu Pak Topo di Narasi, dan mulailah proses penulisan itu,” kisah Najwa.

“Saya sedang di Melbourne ketika mendengar kabar berpulangnya Pak Topo. Kaget. Dan langsung teringat berbagai momen dengan Pak Topo. Terutama ketika saya mengundangnya ke Mata Najwa beberapa waktu lalu bersama kedua orang tuanya. Semoga kisah hidup Pak Topo bisa menginspirasi dan bisa terus jadi pembelajaran bagi banyak orang seperti niatan Pak Topo sejak awal,” tutur Najwa menambahkan.

Fenty Effendy, penulis buku Sutopo Purwo Nugroho Terjebak Nostalgia menuturkan, banyak momen inspiratif yang Ia dapat selama proses penulisan.

“Mengutip Pramoedya Ananta Toer, ‘Cerita, selamanya tentang manusia, kehidupannya, bukan kematiannya’. Jadi, dengan pedoman itulah saya menuliskan perjalanan hidup Sutopo,” kenang Fenty yang tetap melanjutkan biografi mendiang Sutopo Purwo Nugroho setelah beliau wafat.

“Terjebak Nostalgia menarasikan berbagai momen kehidupan Sutopo Purwo Nugroho; yang pahit, yang manis, yang konyol, yang kandas, yang bangkit, dan menang. Gagal jadi profesor, nyaris mengundurkan diri dari jabatan Kepala Humas BNPB, nulis press release dari pemakaman dan masih banyak lagi kisah yang diceritakan secara eksklusif kepada saya,” kenang Fenty.

Almarhum Pak Topo sempat berujar dalam satu sesi wawancara bersama Fenty Effendy.

“Di mana pun kamu bekerja, besarkan jabatanmu.” Ujaran itu begitu membekas di benak Fenty. “Setuju Pak Topo, orang (jadi) besar bukan karena jabatannya, melainkan jabatan jadi besar dan bermakna, karena orang yang menjalankannya,” lanjut Fenty. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top