Tekan Angka Stunting, Ini Upaya Dinas Kesehatan Pasaman Tahun Ini

Penulis -

Kamis, 27 Februari 2020 - 23:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Penanganan kasus stunting terus diupayakan Dinas Kesehatan Pasaman. Sebagai daerah dengan tingginya angka kasus stunting, penanganan stunting menjadi salah satu fokus kerja dinas setiap tahunnya.

Awal tahun ini, Dinas Kesehatan tengah berupaya mencatat dan mendokumentasikan capaian indikator program gizi mulai dari tingkat Puskesmas, kabupaten hingga provinsi.

“Kami saat ini tengah mengupayakan pencatatan capaian indikator program gizi atas pencegahan stunting itu sendiri. Dari sini, kami bakal melakukan evaluasi terhadap hasil yang telah kami lakukan di waktu sebelumnya (tahun 2019). Hasilnya, kami dapat menentukan langkah kerja dan inovasi untuk waktu yang akan datang, terutama di tahun 2020 ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, Arnida usai rapat penguatan intervensi suplementasi gizi ibu hamil dan Balita pada daerah lokus stunting, Kamis (27/2).

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Dala rapat penguatan bersama pihak Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Puskesmas dan instansi terkait ini, pihak Dinas Kesehatan juga meminta Puskesmas sebagai ujung tombak penanganan stunting, dapat melakukan inovasi dan terobosan baru dalam penanganan stunting.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Salah satu upaya yang kita harapkan dari Puskesmas yaitu, pelaporan secara terus menerus kepada dinas dan Pemkab Pasaman akan cakupan program gizi, upaya penanganan dan hasilnya,” kata Arnida.

Diakui Arnida, dengan adanya laporan terus-menerus ini, bakal memperjelas langkah apa saja yang dibutuhkan Pemkab Pasaman dalam menekan angka stunting.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Berbicara stunting, kita berbicara program kerja dan tindakan bersama. Penanganan kasus ini, memang titik terberatnya di Dinas Kesehatan, namun tidak terlepas dari bantuan instansi terkait. Seperti Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta dinas lainnya. Dengan adanya laporan di Puskesmas, tentunya dapat menjadi langkah bagi kami di pemerintahan kabupaten untuk berbuat apa di daerah lokus stunting itu sendiri,” tukas Arnida. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB