Jakarta, Prokabar – Sesuai Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menyebutkan angka prevalensi Kabupaten Cirebon 26,5 persen. Artinya di atas angka prevalensi Provinsi Jawa Barat sebesar 24,5 persen.
Ini yang menjadi kasus atau persoalan yang harus ditekan oleh pemerintah setempat agar kasus stunting tidak melonjak tinggi.
Salah satunya dengan sosialisasi pendekatan kepada masyarakat di setiap desa secara konsisten.
Baca Juga : Sosialisasi Cegah Stunting Sejak Dini, BKKBN Sasar Mitra Kerja Provinsi Jawa Tengah
Seperti yang dilakukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat dan DPR RI yaitu ‘Sosialisasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Provinsi Jawa Barat’.
Berlangsung di Balai Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon, acara yang dihadiri Anggota Komisi IX DPR RI, Dr Ir KARDAYA WARNIKA, D.E.A ini mengimbau kepada setiap indivdu tentang pentingnya sebuah rencana.
“Keluarga berencana itu penting. Artinya kalau mau berkeluarga itu harus punya rencana. Kalau berkeluarga nggak ada rencana itu ngawur. Orang hidup itu harus punya rencana,” tegas Kardaya yang juga berasal dari Desa Kebonturi, Arjawinangun Kabupaten Cirebon ini.

Tak hanya soal rencana sebelum berkeluarga, Kardaya juga mengingatkan akan pentingnya hidup sehat.
“Terpenting dalam hidup adalah sehat. Artinya sehat itu harga mati. Tanpa sehat semua rencana tidak akan terjadi. Termasuk ketika merencanakan keturunan harus diperhatikan kesehatannya. Di dalam badan yang sehat ada jiwa yang sehat juga,” tambahnya lagi.
Baca Juga : BRI RO Padang Serahkan Bantuan Alkes Pencegahan Stunting
Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Dr Drs Wahidi, M.Kes yang turut hadir dalam acara ini juga menjelaskan tentang program Bangga Kencana. Sebuah program pemerintah yang diyakini mampu menekan angka stunting.
“Bangga Kencana itu merupakan bagian akronim dari pembangaunan keluaraga kependudukan dan keluarga berencana. Kalau dulu ada slogan dua anak cukup tapi sekarang ini ada perubahan menjadi Dua Anak Lebih Sehat,” ungkapnya. (beb)
















