Padang Panjang, Prokabar — Sikap tegas dan jelas diperlihatkan Kota Padang Panjang untuk mencehah penyebaran Covid-19. Diperkirakan 200 hingga 300 kendaraan, melewati Kota Padang Panjang, di Pos Penanganan Covid 19 Senken Bukit Surungan, dalam satu shift pemeriksaan selama 8 jam.
Sebagai Kota perlintasan di jalur sibuk sibuk, sikap waspada dan tegas itu perlu diaplikasikan di setiap perbatasan. “Setiap penumpang kendaraan dari arah Kota Bukittinggi atau Padang yang masuk masuk dan singgah di Kota Padang Panjang diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas kesehatan Tim Gugus Tugas PPVC,” ungkap Ns. Riri Efrita, S.Kep, petugas kesehatan dari DKK Padang Panjang, Minggu, (12/4)
“Kalau suhu tubuh diastas 38 derajat Celcius akan disuruh balik, yang bersangkutan tidak diperkenankan untuk masuk ke Kota Padang Panjang.”tegasnya
Namun bila yang bersangkutan berstatus ODP ingin tinggal di Padang Panjang, maka diminta untuk melakukan karantina selama 14 hari. Bisa secara mandiri atau tinggal di tempat karantina yang disediakan Pemko Padang Panjang yaitu BLK Ngalau dan BBI.
Dikatakakan Riri Efrita, dari Permeriksaan yang dilakukan di Pos Senken, belum ditemukan ODP. Menurutnya, kesadaran masyarakat semakin tumbuh. “Kesadaran masyarakat sepertinya semakin tumbuh, bila mereka ada gejala demam, mereka tak mau bepergian,” Katanya.
Petugas Pos Penanganan Covid 19 di Senja Kenangan dibagi menjadi 3 shift. Tiap shift bertugas selama 8 jam yang terdiri dari BPBP, Kepolisian,TNI, Pol PP, PMI, Dinas Kesehatan dan pihak lainnya.
Selain itu, tim gabungan yang terdiri atas Tenaga Medis, TNI-Polri, PMI, Dinkes, Perhubungan, Pol PP, BPBD, dan para relawan terus memperkuat pemantauan di beberapa titik masuk Kota Padang Panjang.
“Hal ini dilakukan mengingat tidak lama lagi umat islam akan memasuki bulan suci Ramadhan, maka perlu dilakukan peningkatan pemantauan di beberapa titik pintu masuk Kota Padang Panjang ini,” kata Sekretaris Satgas Covid -19 Padang Panjang, Aswirman, Ahad, (12/4), di Posko Kacang Kayu batas Batipuh, Tanah Datar.
Menurutnya, seperti dirilis kominfo Kota Padang Panjang, kedatangan Bulan Suci Ramadhan kerap disamakan dengan kepulangan para perantau yang ingin melaksanakan ibadah puasa di kampung halaman.
Koordinator Regu A, Posko Pemantauan Covid-19 ini, juga mengatakan, perharinya diperkirakan 200 kendaraan lebih yang terdiri dari mini bus, mobil pribadi dan travel dengan rata – rata isi per mobilnya 6-5 orang melintasi posko tersebut.
“Untuk masyarakat yang datang dari luar Sumbar yang memasuki Kota Padang Panjang dan mampir, itu diperkirakan sebanyak 100 orang lebih perhari nya. Itu yang mampir tapi bukan warga kota,” ujarnya lagi.
Disebutkan, bagi warga Kota Padang Panjang (Perantau) yang pulang kampung, sebelum sampai di rumah akan diperiksa terlebih dahulu kondisi kesehatan yang bersangkutan.”Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, kalau ternyata yang bersangkutan dikategorikan kondisi kesehatannya tidak baik, maka akan dikarantina di tempat yang telah disediakan, “ucapnya. (*/mht)
















