TdS Usai, Ini Kesan dan Pesan Warga Pasaman

Penulis -

Sabtu, 17 November 2018 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar — Tour de Singkarak (TdS) 2018 sukses diselenggarakan. Miliaran rupiah anggaran dikucurkan untuk penyelenggaraan. Di Pasaman saja, lebih Rp500 juta anggaran dikucurkan. Di balik itu semua, ternyata masyarakat Pasaman menilai azas manfaat tidak seindah kesuksesan acara, khususnya di Pasaman.

“Buktinya, pariwisata apa yang dipromosikn Pasaman dalam beberap kali ikut serta TdS. Semua promosi hanya di atas kertas lalu dibacakan. Bertolak belakang dengan kenyataan,” kata Afrizal, (31) salah seorang pemerhati wisata di Pasaman.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Lihatlah air panas di Rimbo Panti yang digadang-gadangkan. Penduduk lokal saja berdiri bulu kuduknya saat berendam. Sebab tinggi pula lumutnya dari pada air. Belum lagi fasilitas WC atau permasalahan sampah sembarangan di objek wisata itu.

“Apalagi, wisata edukasi sejarah seperti di museum Tuanku Imam Bonjol. Bagaimana puka tertarik wisatawan datang ke sana, cat patung Tuanku Imam Bonjol saja, berlumut. Sudah begitu sejak beberapa tahun silam,” lanjut Afrizal.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Tidak saja Afrizal, masyarakat Pasaman lainnya juga berpendapat serupa. Enaknya TdS di Pasaman hanya sebatas pembalap lewat itu saja, sebab jadi tontonan. Tidak ada yang lain manfaat yang didapat. Malahan mudarat yang banyak.

“Jalan ditutup, aktifitas warga terhenti. Terutama aktifitas pasar. Kasihan kita, kepada pedagang yang sepi pembeli lantaran konsumen ragu-ragu belanja, sebab jalan ditutup untuk beberapa saat,” kata Rinal, warga Lubuk Sikaping.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Masyarakat menilai, pada intinya TdS memang membawa azaz manfaat. Namun itu bagi daerah yang benar-benar berpotensi dan serius menggarap wisata.

“Ikutlah Pasaman, tapi jangan setiap tahun. Benahi dulu wisata kita, baru ambil bagian. Jangan seperti ini juga, selesai TdS, pulang peserta ke negaranya, tidak ada keinginan mereka untuk kembali ke Pasaman,” tutup Rinal. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB