TDS ke 11 Kali, Pengamat : Jangan Hanya Promosi, Seharusnya Ukur Dampak yang Ditimbulkan

Penulis -

Jumat, 1 November 2019 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Dinas Pariwisata dan Olah Raga Kabupaten Tanah Datar mengatakan untuk beberapa malam kedepan atau selama event Tour de Singkarak dihelat, seluruh hotel di Tanah Datar akan terisi penuh, terkhusus pada etape 3, 4 dan 5. Sekitar 400 lebih peserta dan official akan menginap di Luhak Nan Tuo.

“Emersia, Pagaruyung dan Homestay itu akan penuh terisi,” ujat Efrison, Kabid Pariwisata Dinas Parpora Tanah Datar

Efrison, juga mengatakan jika pelaksanaan Tour De Singkarak 2019 di Tanah Datar, setidaknya pemerintah Tanah Datar mengalokasikan anggaran kontribusi sebesar Rp220 juta. Anggaran tersebut diperuntukan untuk hadiah, transportasi, dan penginapan.

“Seluruh kabupaten kota sama, kecuali yang grand start dan finish itu berbeda. Anggaran itu ada berdasarkan MOU kita,” ucap Erison.

Sementara itu, menanggapi perhelatan TDS yang untuk ke 11 kalinya digelar di Tanah Datar dan Sumatera Barat Umumnya, Pengamat kebijakan publik Universitas Andalas Aidinil Zetra mengatakan telah seharusnya pemerintah kabupaten kota melakukan evaluasi terhadap event Tour De Singkarak yang digadang gadangkan sebagai media promosi wisata ke dunia international itu.

Baca Juga :  Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Menurut Aidinil, event yang disertai kontribusi APBD daerah, maka semestinya pemerintah bisa melihat ada atau tidaknya dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, sudah 11 kali TDS digelar di Sumatera Barat, maka idealnya TDS bagi pariwisata l bukan lagi memberikan mamfaat kepada promosi, melainkan harus memberi efek kebawah. Pemerintah provinsi dan daerah jangan hanya melihat pada sisi promosi saja, melainkan harus menyigi manfaat ekonomi terhadap masyarakat.

Jika pemerintah tidak berfikir dampak yang ditimbulkan dari event TDS terhadap ekonomi masyarakat, maka pemerintah bisa dikatakan gagal menyelenggarakan event berskala international itu.

” jika efek menetes kebawahnya kecil, sementara modal yang dikeluarkan besar, artinya pariwisata itu tidak berdampak positif pada masyarakat. Bagi daerah yang berfikir mamfaat dari TdS itu kecil, maka bagus mereka mengundurkan diri. ada penyertaaan modal atau kontribusi dari APBD dalam penyelenggaran event itu, sementara masyarakatnya rugi,” ucap pria kelahiran Bukitinggi 10 Februari 1970 Ini.

Baca Juga :  Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

Dampak sosial penyelengaraan TDS bagi Sumatera Barat sangatlah berat. Dimana dalam konteks ini, masyarakat harus menyesuaikan agendanya dengan pelaksanaan balapan sepeda di suatu daerah (kabupaten). Tak jarang, waktu pelaksanaan event itu, masyarakat kerap dirugikan, baik dari sisi waktu maupun ekonomi.

“Misalnya, mereka (masyarakat) harus mengurungkan niat melakukan kegiatan. Kemudian jika mereka dalam pejalanan, harus berhenti berjam jam untuk menunggu. Itu efeknya jika diakumulasikan artinya efek itu harus diimbangi dengan mamfaat ekonomi kepada masyarakat baik secara lansung maupun tidak lansung,” jelas Aidinil

Adinil juga menegaskan selama TDS digelar ia bahkan belum melihat adanya efek mamfaat ekonomi terhadap masyarakat yang meningkat secara lansung. Masyarakat lebih cenderung dirugikan karena berbagai hal dan faktor.

Baca Juga :  Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Kedepannya, pemerintah daerah mesti mengukur dampak ekonomi, sosial dan psikologis masyarakat dari event yang diselenggarakan. Pemerintah jangan hanya memikirkan dampak lansung terhadap hunian hotel saja yang berdampak positif terhadap peningkatan APBD, melainkan juga mesti memikirkan yang berhubungan lansung dengan masyarakat.

“Yang langsung berhubungan dengan masyarakat itu, apakah masyarakat dilibatkan dalam penyediaan sarana sarana penginapa untuk para tamu tamu itu?? Atau hanya melibatkam hotel hotel besar saja. Kemudian, penyewan penyewaan kendaraan, apa melibatkan perusahan perusahan besar saja atau melibatkan masyarakat secara umum. Kemudiannya lagi, restoran restoran, apakah yang merasakan hanya restoram besar saja arau dirasakan lansung oleh restoran restoran kecil yang dilewati. Itu efek menetes kebawah, kalau tertahan diatas, itu hanya event yang menhabiskan anggaran saja,” tutup Aidinil. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar
Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026
Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar
Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda
POBSI Padang Benahi Tata Kelola Organisasi, Buka Pendaftaran Ketua Baru Periode 2026-2030
Ukir Sejarah, Timnas Bola Voli Putra Indonesia Juara Asia 2026
Kejurnas Kempo Wilayah Sumatera 2026, Atlet Pesisir Selatan Raih Enam Medali
PS Nagari Sungai Dareh Gulung PS Nagari IV Koto Pulau Punjung 1-0

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Futsal Porprov Sumbar 2026; Tanah Datar dan Padang Pariaman Pastikan Tiket 8 Besar

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Turunkan 627 Atlet dan Oficial, KONI Tanah Datar Bidik Posisi Tiga Besar Porprov XVI 2026

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Porprov XVI 2026; Tim Tenis Meja Beregu Putra dan Putri Kompak Sumbangkan Perunggu untuk Tanah Datar

Senin, 14 September 2026 - 10:59 WIB

Daerah Mulai jujur, KONI Pessel Minta Pelaksanaan Porprov Ditunda

Rabu, 15 Juli 2026 - 03:40 WIB

POBSI Padang Benahi Tata Kelola Organisasi, Buka Pendaftaran Ketua Baru Periode 2026-2030

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB