Daerah

Target Vaksinasi Nakes di Sumbar Hampir Tercapai

Dibaca : 140

Padang, Prokabar — Target Dinas Kesehatan Sumatra Barat (Sumbar) untuk melakukan vaksinasi COVID-19 kepada 32.391 tenaga kesehatan (nakes) hampir tuntas. Hingga Jumat (19/2), sudah ada 24.323 nakes yang telah menerima vaksinasi atau telah mencapai 75.09 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar, Arry Yuswandi, saat rapat koordinasi penanganan COVID-19 secara virtual dengan Satgas COVID-19 dan kepala rumah sakit se-Sumbar, di Auditorium Gubernur.

Rakor yang dipimpin Penjabat (Pj) Sumbar Hamdani, serta Jubir COVID-19 Sumbar Jasman sebagai moderator, ini dilaksanakan terkait tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 03/2021 tentang penanganan COVID-19 di tingkat desa dan kelurahan dan progres vaksinasi. “Untuk vaksinasi kedua sebanyak 26,70 persen,” terang Arry dilansir Prokabar dari MC Sumbar, Sabtu (20/2).

Diakui Arry, target dari Kementerian Kesehatan RI, per tanggal 21 Februari sudah 100 persen vaksinasi nakes. Oleh sebab itu, melalui rakor tersebut Arry mengimbau agar kabupaten dan kota yang persentase vaksinasi nakesnya masih di bawah 50 persen agar dapat melakukan vaksinasi hingga akhir pekan ini.

“Daerah yang masih di bawah 50 persen itu di antaranya Pasaman Barat, Solok Selatan, dan Mentawai, harus dikejar, tidak ada yang libur, Sabtu Minggu tetap vaksinasi,” ucap Arry.

Kendala yang dihadapi selama ini menurut Kadinkes Sumbar, adanya keterlambatan memulai vaksinasi akibat menunggu pencanangan dari kepala daerah di kabupaten dan kota. Diperkirakan, terdapat 7 hari lost tanpa vaksinasi.

Kendala lainnya adalah, banyaknya nakes yang memiliki komorbid berupa hipertensi dan diabetes melitus (DM). Bahkan, pernah pada saat vaksinasi, dari 4.300 yang ditargetkan pada hari itu, hanya 800 orang yang memenuhi syarat untuk divaksinasi, sedangkan 3.500 sisanya terpaksa ditunda karena hipertensi dan DM.

Tuntasnya vaksinasi nakes menurut Pj Gubernur Sumbar, Hamdani, sangat penting. Sebab, vaksinasi nakes itu menjadi ukuran sebelum vaksinasi masyarakat umum. Maka dia berharap Satgas COVID-19 di Sumbar bisa lebih memaksimalkan kerjanya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Sumbar, Jasman menyebut, apa yang dilakukan Satgas selama ini sudah berjalan baik, bahkan Provinsi Sumbar menjadi acuan. Sebab Sumbar memiliki Peraturan Daerah (Perda) yang secara khusus menegaskan tentang protokol kesehatan atau adaptasi kebiasaan baru.

Selain itu, Sumbar juga menjadi daerah dengan pemeriksaan sampel terbanyak di Indonesia, dan kondisi terakhir, dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar, hanya tersisa empat daerah yang berstatus oranye.

“Artinya, apa yang sudah kita lakukan sudah di jalur yang benar. Terbukti dari tingkat kesembuhan kita sudah 94%, ini tertinggi di Indonesia dan tingkat hunian COVID juga rendah. Namun begitu, sesuai arahan gubernur, fungsi Satgas akan dioptimalkan sesuai aturan yang ada,” ujar Jasman. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top