Padang, Prokabar — Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH mengatakan pihaknya terus berupaya untuk melakukan program – program yang bisa mengurangi dampak radikalisme terhadap generasi muda.
Salah satunya dengan merangkul anak muda usia 15-25 tahun dengan membentuk piece ambassador (duta damai).
Disampaikannya saat ini BNPT sudah memiliki 680 duta damai dari seluruh Indonesia termasuk juga Provinsi Sumatera Barat.
“Anak-anak yang berusia 15-25 tahun ini direkrut dan didik serta dilatih meliputi IT, Design Grafis maupun juga penulisan blog yang dapat menunjang kebutuhan untuk desiminasi informasi di dunia maya (media social),” ungkapnya, kemarin (22/8) saat berada di Padang.
Menurutnya, kalau yang disasar anak muda yang bisa menetralisir tentu anak muda juga dengan bahasa milenialnya untuk menyampaikan pesan-pesan damai.
“Karena kalau kita yang menyampaikan dengan bahasa-bahasa birokrat tidak bakal didengerin, nggak akan nyambung,” ungkapnya.
Saat ini ia juga merekrut anak-anak muda di Asean untuk menjadi duta damai yang dididik di Jakarta, kedepan ia ingin membentuk duta damai dari seluruh Negara yang ada di dunia.
Disamping membentuk duta damai, BNPT juga memeliki Pusat Media Damai (PMD) untuk menciptakan perdamaian di dunia maya. (*/hdp)
















