Tanah Datar, Prokabar – Pemerintah kabupatenbTanah Datar menetapkan masa tanggap darurat banjir bandang Lintau Buo Utara selama 7 hari. Masa tanggap darurat tersebut dimulai dari tanggal 12 Oktober hingga 19 Oktober mendatang.
Penetapan masa tanggap darurat ini setelah dilakukannya rapat kordinasi bersama Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi, Wakil Bupati Zuldafri Darma, Kapolres dan Dandim serta pejabat terkait lainnya pada Jumat sore (12/10) di halaman Posko Bencana di Mapolsek Lintau Buo Utara.
Bupati Tanah Datar mengungkapkan jika berdasarkan evaluasi yang dilakukan dampak bencana yang terjadi melebihi perkiraan. Sebelumnya, perkiraan korban banjir bandang hanya 3 orang, namun berdasarkan data terbaru menjadi 4 orang dan 2 orang lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, juga terjadi kerusakan terhadap infrastruktur irigasi, jembatan, jalan, ternak warga, sawah dan ladang milik warga.
” Dampak bencana tidak hanya terjadi di kecamatan Lintau Buo Utara ini saja, melainkan juga melanda beberapa kecamatan, seperti Lintau Buo Padang Ganting, Batipuah, dan Sungayang. Dan kami, Pemerintah daerah juga telah memberikan himbauan kepada pemerintah kecamatan dan nagari untuk melaporkan dampak bencana yang terjadi dimasing masing wilayah, ” ucap Bupati
Selama masa tanggap darurat, pemerintah akan memfokuskan pada pencarian korban dan evakuasi serta pembersihan areal yang terdampak bencana.
” Pertama, kita fokus pada pencarian korban, dan kedua eva pembersihan material lumpur, serta infrastruktur lain dan evakuasi terhadap kendaraan dan bangunan yang dihanyutkan oleh banjir. Selain itu kita juga akan mengkaji dampak yang lebih besar, seperti pemberaihan terhadap jembatan, karena dibutuhkan saluran air. Terlebih saat ini masih hujan,” tambah Bupati.
Menanggapi adanya kemungkinan tambahan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, Bupati mengatakan jika tidak mengetahui secara pasti akan hal tersebut. Namun, daerah aliran banjir bandang merupakam kawasan istirahat bagi pengguna jalan.
” Untuk penduduk disini sudah tidak ada, namun kita khawatirkan korban ada pada pengguna jalan. Namun kita berharap hal terswbut tidak terjadi,” ujar bupati.(eym)
















