Jakarta, Prokabar – Perayaan ulangtahun grup band The Rain tahun ini digelar berbeda dengan tahun sebelumnya. Di usianya ke 17 tahun, mereka menggelar konsep unik di CGV Cinemas Grand Indonesia.
Sebuah konser yang diberi judul Bioskop Hujan ini menjadi konser tunggal perdana The Rain sepanjang karirnya di industri musik Indonesia. Bahkan band asal Yogyakarta yang beranggotakan Indra Prasta (vokal, gitar), Iwan Tanda (gitar), Ipul Bahri ( bass) dan Anang Anggoro (drum) selama 17 tahun tidak pernah ada pergantian personil.
Konser yang diadakan di bioskop dan berdurasi 1,5 jam ini berhasil memuaskan sekitar 600 penonton yang hadir dengan berbagai keseruan. Di bioskop yang di set menjadi panggung itu, The Rain tampil dengan bermacam-macam konsep dan tampilan yang berbeda, baik secara musikal maupun kostum.

Rupanya berbagai konsep ini sudah dipersiapkan dengan matang oleh The Rain mulai dari tampil dengan eletric session, accoustic session hingga acapella yang baru pertama kalinya mereka lakukan.
Ditambah kehadiran Antileren String Quartet, yang membuat aransemen musik semakin megah dan terasa membawa perasaan penonton ke babak demi babak di konser ini. Setiap lagu punya cerita yang dituturkan The Rain bukan hanya melalui lagu, tapi juga melalui visual graphic dan tata lighting yang ciamik.
Selama konser berlangsung, The Rain juga sangat intim dengan para penontonnya. Para The Rainkeepers (sebutan fans The Rain) ini ada yang jauh-jauh datang dari kota asal mereka untuk bisa menyaksikan momen spesial ini.
Satu demi satu lagu hits mereka nyanyikan seperti Getir Menjadi Tawa Bila Ku Bersamanya, Tersenyum Dalam Luka, Terlalu Indah, Rencana Berbahaya, Penawar Letih, Terima Kasih Karena Mencintaiku, Perempuan Hujan, Gagal Bersembunyi, Dengar Bisikku, Hingga Detik Ini, Untuk Ayah Ibuku, Berkunjung Ke Kotamu, Bermain Dengan Hatiku, Jabat Erat, Terlatih Patah Hati, hingga Pejalanan Tak Tergantikan.
The Rain mempersiapkan konser ini hanya dalam waktu 3,5 bulan tanpa Promotor dan tanpa Event Organizer. Dalam pelaksanaannya pun, konser ini hanya dikerjakan oleh sebuah tim kecil yang terdiri dari personil The Rain, Management dan beberapa teman yang membantu.
“Karena sudah banyak jadwal manggung yang masuk, mau tidak mau kami mempersiapkan konser ini di sela-sela jadwal itu,” aku Indra.
Lalu darimana inspirasi nama Konser Bioskop Hujan? Rupanya mereka dapat saat perform di Papua. “Idenya saat kita manggung di Papua. Konser ini boleh dibilang dikerjakan secara swadaya, yang hanya kami persiapkan dengan sebuah tim kecil saja. Alhamdulillah, mendapat respon yang baik,” pungkas Indra. (beb)
















