Tanah Datar Zona Kuning, Sekolah Ditunda Hingga Oktober

Penulis -

Senin, 6 Juli 2020 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar — Dinas pendidikan dan kebudayan Tanah Datar resmi mengundur kegiatan belajar mengajar tatap muka yang sebelumnya direncanakan akan dimulai 13 Juli esok. Hal ini dilakukan karena berdasarkan hasil rapat evalusi bersama pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan pemerintah daerah, dan dinyatakan Tanah Datar berada di zona kuning penyebaran Covid 19.

Penundaan dilakukan tanpa terkecuali bagi seluruh tingkatan ,baik SD, SMP, maupun SMA sederajat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Secara prinsip, tahun ajaran baru sesuai SKB menteri tetap 13 juli, cuma kondisi Tanah Datar berdasarkan rapat gugus tugas tadi, analisis kajian tingkat provinsi Tanah Datar berada di Zona Kuning. Sesuai SKB menteri, zona kuning dilarang,” ungkap Riswandi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Datar, saat dihubungi Prokabar.com, senin (6/7).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Lebih lanjut Riswandi mengatakan, pengunduran yang dilakukan karena terjadinya penambahan kasus Covid 19 di Tanah Datar beberapa waktu lalu.

“Kan ada lagi penambahan 3 kasus, jadi kita masuk zona kuning. Sebetulnya, kemaren kan kita tersisa 1 kasus menunggu proses sembuh, berarti sudah masuk zona hijau. untuk itu, pemerintah daerah melalui pak sekda memutuskan menunda,” tambah Riswandi.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Menanggapi kapan akan dimulainya belajar tatap muka di Tanah Datar, Riswandi menjelaskan jika menunda hingga 3 bulan kedepan sembari melakukan evaluasi.

“Kita menunda 3 bulan kedepan coba evaluasi dulu. Pertengahan oktober akan kita tinjau lagi perkembangannya. Kalau oke, baru kita tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat” tutup Riswandi. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB