Tanah Datar, Prokabar – Keterbatasan tempat dan saluran irigasi yang rusak membuat Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat kekurangan sebanyak empat juta benih ikan tawar pertahunnya.
Setidaknya, dalam satu tahun Tanah Datar hanya bisa menghasilkan 5.347.812 juta benih ikan pertahunnya, sementara permintaan masyarakat bisa mencapai dua kali lipat.
Kepala dinas pangan dan perikanan Tanah Datar, Daryanto Sabir mengatakan, saat ini Pemkab memiliki enam Balai Benih Ikan (BBI), namun jumlah tersebut belum mencukupi untuk menampung permintaan bibit ikan bagi produksi.
“Enam BBI tersebut berada di Nagari Sijangek Kecamatan Sungai Tarab, Padang Magek Kecamatan Rambatan, Kapua Pagaruyuang Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting Kecamatan Padang Ganting dan BBI Buo Kecamatan Lintau Buo,” ucapnya.
Ia menambahkan, BBI yang ada tersebut hanya bisa menampung sebanyak 1.336.953 juta benih ikan dan 31.980 ribu ikan konsumsi. Sementara proses untuk mengawinkan hingga menjadi benih ikan mencapai dua sampai tiga bulan.
“Diperkirakan dalam satu tahun BBI hanya bisa menghasilkan 5.347.812 juta benih ikan dan 127.920 ribu ikan konsumsi sangat jauh dari permintaan masyarakat,” ujarnya
Untuk menunjang kebutuhan masyarakat tersebut, Dinas Pertanian Tanah Datar sudah bekerja sama dengan petani untuk membudidayakan benih ikan yakni dengan melepaskan induk ikan siap bertelur kedalam sawah yang baru siap ditanam. Kemudian setelah ikan tersebut bertelur dan anaknya sudah mulai terlihat dan dilakukan penangkapan kembali dan dilepaskan di BBI terdekat. (eym)
















