Tanah Amblas Timpa Rumah Warga dan Ancam Putus Jalan Utama di Sungai Batang.

Penulis -

Minggu, 7 Mei 2023 - 20:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Curah hujan yang cukup tinggi dua hari ini membuat tanah longsor dan banjir di sejumlah titik di Kabupaten Agam, Minggu (7/5). Kejadian berlanggung Kecamatan Malalak, Tanjung Raya, Ampek Nagari dan Palembayan.

Selain tanah longsor menutup jalan utama di Malalak, banjir menggenangi jalan di Tapian Kandih, Nagari Salareh Aia Barat, yakni Jalan Nasional Pasaman Barat menuju Simpang Manggopoh. Kejadian menonjol selain itu terjadi di Jorong Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Mahyulis, Walijorong Tanjung Sani mengatakan, kejadian berlangsung pada Minggu, pukul 02.00 WIB dini hari. Tanah longsor menimpa rumah milik Rosdiana (75) dan Erinaldi (51).

“Dua unit rumah warga milik Rosdiana dan Erinaldi tertimpa tanah longsor dari jalan amblas tersebut. Beruntung hanya bagian dapur rumah dan kamar mandi saja terkena. Hal ini berkat adanya sebuah pohon rambutan melindungi salah satu rumah warga itu,” terang Mahyulis.

Menanggapi kejadian itu, bersama warga setempat dan Tim BPBD, Damkar, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Nagari, Ketua KAN, TKSK serta Wakil DPRD Agam Irfan Amran yang berkesempatan membantu penanggulangan bencanan tersebut.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Atas nama Wali Jorong Tanjung Sani dan seluruh warga Tanjung Sani, Nagari Sungai Batang kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang tergabung dalam penanggulanan bencana tanah longsor atau jalan amblas tersebut. Bantuannya yang luar biasa dalam penanggulangan tanah longsor yang menimpa dua buah rumah warga kami ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Alhamdulillah tanah timbunan yang tadinya setinggi lebih kurang 3 meter dan sepanjang 15 meter, telah bersih dan bisa dilewati kendaraan roda dua,” ungkapnya.

Mahyulis juga menghimbau warga yang melewati jalan utama Sungai Batang menuju Nagari Tanjung Sani itu, untuk berhati-hati. Karena terjadi amblas pada bahu jalan sapanjang 20 meter dengan tinggi lebih kirang 10 meter.

“Semoga kebersamaan ini tetap terjaga dan terjalin baik. Dan Allah akan membalasnya dengan pahala yang setimpal,” tutup Mahyulis. (rud)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB