Tampung Korban Gempa, Pemkab Solsel Dirikan Tenda Darurat

Penulis -

Kamis, 28 Februari 2019 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang Aro, Prokabar – Untuk menampung warga korban bencana gempa bumi yang belum berani pulang ke rumahnya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, mendirikan tenda darurat.

“Untuk saat ini kami mendirikan dulu lima buah tenda di Sungai Kunyit. Selanjutnya akan dimintakan tambahannya ke provinsi 15 buah lagi dan disebar ke titik pengungsian”, kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Madyarakat Desa/Nagari, Hapison, Kamis (28/2).

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Selain itu pihaknya akan meninjau kebutuhan masyarakat bila perlu akan didirikan dapur umum dilokasi pengungsian.

Dia mengatakan untuk bantuan sembako kemungkinan baru Jumat (1/3) disalurkan sebab kebutuhan digudang saat ini terbatas.

“Agar semua korban tidak berebut kami akan cukupi dulu kebutuhannya dan saat ini masih koordinasi dengan Provinsi,” ujarnya.

Warga Sungai Kunyit Samin (65) mengatakan ia bersama warga lainnya masih belum berani balik kerumah sebab gempa susulan masih sering dirasakan.

Baca Juga :  Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

“Untuk sementara kami mendirikan tenda darurat menggunakan terpal tapi belum tahu sampai kapan,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi rumahnya sudah banyak yang rusak sehingga dikhawatirkan akan roboh kalau terjadi gempa susulan.

“Kami takut kalau balik ke rumah nanti akan ditimpa bangunan kalau terjadi gempa susulan sehingga memilih tenda darurat,” katanya.

Warga lainnya Safrizal mengatakan, rumahnya termasuk yang rusak berat dan tidak bisa dihuni lagi sehingga sementara tidur ditenda darurat.

Baca Juga :  Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

“Rumah saya harus dirobohkankan lagi dan dibangun lagi dari awal sebab kondisinya rusak parah,” ujarnya.

BPBD setempat mencatat sebanyak 55 Kepala Keluarga mengungsi karena masih takut kembali kerumahnya.

Belasan Kepala Keluarga harus tinggal disatu tenda darurat karena madih takut akan terjadi gempa susulan.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering
Keputusan Tim Keabsahan PORPROV Dipertanyakan, KONI Padang Pariaman Sebut Kasus Atlet Tentrem Pangestuti Belum Tuntas
Dibalut Tradisi Makan Bajamba, Malam Resepsi HUT ke-81 Sumbar Perkuat Kebersamaan dan Kolaborasi
KAI dan Polda Sumbar Perkuat Kolaborasi Hadapi Potensi Ancaman Terorisme di Moda Transportasi Kereta Api

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Senin, 5 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:13 WIB

HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB