Padang Aro, Prokabar – Untuk menampung warga korban bencana gempa bumi yang belum berani pulang ke rumahnya, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, mendirikan tenda darurat.
“Untuk saat ini kami mendirikan dulu lima buah tenda di Sungai Kunyit. Selanjutnya akan dimintakan tambahannya ke provinsi 15 buah lagi dan disebar ke titik pengungsian”, kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Madyarakat Desa/Nagari, Hapison, Kamis (28/2).
Selain itu pihaknya akan meninjau kebutuhan masyarakat bila perlu akan didirikan dapur umum dilokasi pengungsian.
Dia mengatakan untuk bantuan sembako kemungkinan baru Jumat (1/3) disalurkan sebab kebutuhan digudang saat ini terbatas.
“Agar semua korban tidak berebut kami akan cukupi dulu kebutuhannya dan saat ini masih koordinasi dengan Provinsi,” ujarnya.
Warga Sungai Kunyit Samin (65) mengatakan ia bersama warga lainnya masih belum berani balik kerumah sebab gempa susulan masih sering dirasakan.
“Untuk sementara kami mendirikan tenda darurat menggunakan terpal tapi belum tahu sampai kapan,” katanya.
Ia mengatakan, kondisi rumahnya sudah banyak yang rusak sehingga dikhawatirkan akan roboh kalau terjadi gempa susulan.
“Kami takut kalau balik ke rumah nanti akan ditimpa bangunan kalau terjadi gempa susulan sehingga memilih tenda darurat,” katanya.
Warga lainnya Safrizal mengatakan, rumahnya termasuk yang rusak berat dan tidak bisa dihuni lagi sehingga sementara tidur ditenda darurat.
“Rumah saya harus dirobohkankan lagi dan dibangun lagi dari awal sebab kondisinya rusak parah,” ujarnya.
BPBD setempat mencatat sebanyak 55 Kepala Keluarga mengungsi karena masih takut kembali kerumahnya.
Belasan Kepala Keluarga harus tinggal disatu tenda darurat karena madih takut akan terjadi gempa susulan.(*/mbb)
















