Tambang Galian C Ilegal Marak di Pasaman, Penegak Hukum Diminta Turun Tangan

Penulis -

Selasa, 13 September 2022 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasaman, Prokabar – Pelaku tambang illegal benar-benar menggila di Pasaman. Seperti tidak ada takutnya kepada aparat penegak hukum.

Selain akhir-akhir ini kisruh masalah tambang emas illegal di Kecamatan Duo Koto, kini muncul pula penambangan material proyek diduga secara illegal di aliran sungai Batang Pangian, Jorong Pangian Nagari Sungai Lolo, Kecamatan Mapatunggul Selatan.

Saat Prokabar ke lapangan (lokasi diduga tambang pasir dan batu kerikil illegal), tampak aktifitas penambangan material sedang berkecimpung hebat.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Baca Juga : Masyarakat Pasaman Desak Kapolres Tindak Tegas Pelaku Tambang Emas

Sebanyak satu unit alat berat jenis escavator tampak dikerahkan untuk mengambil material.

Setelah diambil, material ini kemudian dimasukan ke mobil truck untuk menyuplai salah satu proyek pembangunan di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang dengan judul kegiatan rekonstruksi / peningkatan kapasitas struktur jalan (khusus kabupaten) ruas jalan Ulu Layang – Muaro, Pasaman.

Tidak tanggung-tanggung, nilai proyek yang diduga memakai material tambang illegal ini mencapai Rp8,7 miliar, angka yang cukup fantastis.

Baca Juga :  Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

“Makanya kami minta, Polres Pasaman bertindak. Kami masyarakat tidak bisa melarang, nanti takut seperti kasus di Kecamatan Duo Koto, Mustafa pula. Kami tunggulah sikap tegas apparat penegak hukum,” kata Doni, salah satu masyarakat di sekitar lokasi penambangan.

Perihal penambangan ini, dibenarkan Kepala jorong setempat, angian, Abdul Gafar.

Melalui pesan whatsappnya, adanya pengambilan material galian C di sungai Batang Pangian untuk material proyek ini sudah diminta izin oleh kontraktor pada niniak mamak setempat.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Pasaman, Agusti Aguswar menjelaskan, pihaknya secara teknis tidak bakal menerima hasil kerja dari proyek yang menggunakan material ilegal.

Sebab, saat proses lelang peket pekerjaan, hingga terpilih perusahan yang mengerjakan sudah jelas dalam dokumen kontrak asal-usul material yang bakal digunakan. Terutama perihal materil pasir dan bebatuan yang asalnya harus dari galian C yang berizin. (Ola)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
HUT Pasaman Belasan SMA Sederajat Ikuti Lomba Pionering

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB