Wisata

Talago Anguih, Destinasi Wisata Baru di Tanah Datar

Tanah Datar, Prokabar – Nagari Taluak di Kecamatan Lintau Buo, memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya objek wisata Talago Anguih. Sejak diresmikan pada 7 Juni lalu, kini Talago Anguih telah menjadi destinasi wisata baru yang dapat dikunjungi wisatawan.

Objek wisata Talago Anguih, merupakan sebuah telaga yang sudah ada sejak dahulunya. Konon, di telaga tersebut pernah mendarat pesawat Belanda saat masih menjajah negeri ini. Talago itulah yang kini dikembangkan menjadi wisata wahana air oleh Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag).

Untuk memanjakan pengunjung, kini pengelola menyediakan beberapa perahu bagi pengunjung serta beberapa kereta air untuk mengitari telaga. Pengelolaan tersebut dilakukan setelah adanya kesepakatan antara pengelola Bumnag bersama ninik mamak, pemuda, dan pemerintah nagari.

Ditempat itu pengunjung bisa berselfie di talago (telaga) seluas 2,5 hektare tersebut serta bermain sepeda air menyusuri telaga dengan cukup membayar uang sewa sekitar Rp10 ribu, dengan kapasitas empat orang anak-anak atau dua orang dewasa.

 

Delfi Adri, Ketua BUMNag Taluak mengatakan, talago tersebut baru dibuka untuk umum setelah lebaran idul fitri kemarin. peresmian tersebut digelar beriringan dengan iven pacu perahu selama sepekan.

“Berkat kekompakan pemuda dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) serta niniak mamak dan pemangku masarakat, Talago Anguih bisa disulap jadi tempat wisata melalui dana Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag),” ujarnya.

Delfi yakin pengolahan Talago Anguih oleh BUMNag akan berdampak pada perekonomian di Nagari Taluak sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Untuk menarik pengunjung katanya, kedepannya dia akan membangun sejumlah fasilitas pendukung serta berbagai wahana permainan disekitaran Talago Anguih.

Fasilitas berupa listrik, spot foto yang instagramable, playing fox, dermaga untuk sandaran kapal dan beberapa bangunan lainnya bagi pedagang UMKM setempat.

Ia berharap pembangunan fasilitas tersebut juga didukung oleh pemerintah setempat terutama dinas pariwisata Tanahdatar dan partisipasi dari para perantau.

“Untuk membangun itu semua tentu membutuhkan biaya yang cukup banyak sementara dana kita terbatas, kita berharap ada bantuan dari pemerintah dan partisipasi dari perantau,” ujarnya.(eym)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top